Panyabungan Dilanda Banjir

Sabtu, 24 April 2010

penyabungan kota+Zoom Panyabungan Dilanda Banjir
Penyabungan

MADINA-METRO; Hujan deras yang melanda Kota Panyabungan, sejak Jumat (23/4) sore sekira pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, mengakibatkan jalan lintas dan sebagian rumah toko (ruko) di ibukota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tersebut dilanda banjir. Ketinggian air dipekrirakan sekitar 50 sentimeter.

Air yang menggenangi jalan mulai dari jembatan Aek Mata yang ada di Pasar Lama Panyabungan hingga jalan di depan Masjid Raya Panyabungan yang berjarak sekira 1 kilometer. Genangan air juga terjadi di Pasar Baru Panyabungan tepatnya di depan SPBU dengan jarak genangan air sepanjang 500 meter.

Amatan METRO di lokasi saat hujan masih deras, genangan air tersebut sempat menghambat arus lalu-lintas dan mengakibatkan kemacetan. Sehingga sangat meresahkan warga maupun pengendara kendaraan bermotor. Di samping itu jalan lintas di lokasi genangan air juga masih terdapat lubang tepatnya di simpang menuju Kelurahan Hutasiantar. Di mana akibat genangan air, lubang tersebut tidak terlihat oleh pengendara sehingga yang melintasinya hampir terjatuh.

Reni br Lubis, pemilik salah satu toko elektronik yang ada di sepanjang jalan protokol kepada METRO mengaku, setiap hujan lebat, rukonya sudah menjadi langganan banjir, dan genangan air tersebut sering merugikan dirinya. Sebab sebagian barang dagangannya terkena air.

Disbeutkan Reni, genangan air tersebut diakibatkan oleh tumpukan sampah yang ada di sepanjang drainase yang ada di jalan protokol. “Kami seluruh pedagang di sepanjang protokol ini sangat resah akibat genangan air yang terjadi setiap hujan datang.

Baca Juga :  Pelebaran Jalinsum Sibuhuan, 150 Kuburan Kena Patok Merah

Hingga saat ini belum ada penanganan, baik dari pemerintah maupun masyarakat atas peristiwa yang kami rasakan,” terangnya.

Ditambahkannya, masyarakat seharusnya menyadari jika drainese atau selokan bukanlah tempat sampah, sehingga akibat tumpukan sampah yang ada di dalam drainase mengakibatkan banjir dan genangan air di sepanjang jalan lintas hingga mencapai ketinggian 50 sentimter.

Senada juga dikatakan Rudi, pemilik rumah yang ada di jalan menuju Keluarahan Hutasiantar. Diutarakannya, rumahnya sering juga menjadi objek genangan air setiap hujan datang. Air tersebut berasal dari luapan drainase sehingga genangan air membanjir jalan dan sebagian rumah warga, meskipun ketinggian air di rumahnya hanya sebatas mata kaki saja.

Dia juga mengatakan, hingga sata ini belum ada perhatian pemerintah untuk menangani kondisi tersebut. “Pemerintah seharusnya memperhatikan kondisi ini. Sebab wilayah yang sering digenangi banjir ini adalah pusat kota Kabupaten Madina. Dan semestinya pemerintah malu dengan kejadian ini, yang mengakibatkan rusaknya keindahan kota,” tukasnya.

Dia menjelaskan, drainase yang ada di sekitar lingkungan tersebut atau sebelah kiri jalan dari arah Tapsel, berada di daerah rendah, sehingga luapan air dari drainase selalu menggenangi jalan.

Dan dari keterangannya seharusnya drainase ini ditutup dan dialihkan ke drainase yang ada di sebelah kanan jalan lintas atau tepatnya di depan Madina Square.

“Seharusnya drainase yang ada di depan Madina Square itu diaktifkan dan ini ditutup. Sebab sebelah ini letaknya pada kerendahan sedangkan drainase yang ada di sebelah kanan jalan pada ketinggian, dan apabila air datang tidak sempat menimbulkan genangan air di sepanjang jalan,” tuturnya. (wan)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pasca Bentrok Di Bulu Sonik, Pemkab Palas Belum Selesaikan Janji

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*