Para Balon Gubsu Masih Belum Punya Sampan Yang Pasti – Rame-Rame ke Jakarta Masih Kasak-kusuk

JAKARTA, MANDIRI: Ini betul-betul gawat, ternyata para balon Gubsu yang sering disebut-sebut dan sudah melakukan road show untuk sosialisasi, sampai sekarang masih belum memiliki sampan yang pasti untuk dinaiki guna mendaftarkan pencalonannya.

Sebuah sumber yang sangat mengetahui soal ini menjelaskan kepada Madiri di Jakarta kemarin, mana ada yang sudah pasti bisa mendaftar, termasuk Plt Gubsu Ir Gatot Pujionugroho.

Menurut sumber Mandiri, sampai kemarin, Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto, belum membuat SK penetapan pencalonan Gatot seperti yang ramai disebut-sebut selama ini. Bahkan khusus untuk Gatot, DPP PKS sendiri belum menetapkan bahwa Gatot yang akan ditetapkan sebagai balon Gubsu. “Bisa-bisa Pak Gatot cuma jadi wakil, karena PKS belum haqqul yaqin Gatot bisa memenangkan pemilihan,” kata sumber Mandiri.

Karena pertimbangan itulah sampai sekarang PKS belum membuat SK mencalonkan Gatot sebagai calon Gubsu. Soalnya, kata sumber Mandiri kemarin di Jakarta, bila nanti Gatot kalah dampaknya akan sangat besar pada keberadaan PKS di Pemilu mendatang.

Kita lihat saja perkembangan, kalau akhirnya Pak Gatot dicalonkan untuk wakil, wah itu jadi berita besar, soalnya kemungkinannya juga besar, kata sumber meyakinkan.
Begitu juga dengan calon lain, seperti AY Nasution, Amri Tambunan, RE Nainggolan maupun Gus Irawan, juga belum jelas, termasuk Pak Chairuman maupun Tgk Ery Nurady.

Menurut sumber tadi sekarang ini para balon itu berada di Jakarta, kecuali Gatot yang masih berada di Mekah dan hari ini diperkirakan tiba di tanah air. Tapi sumber kita yakin, Gatot juga akan ke Jakarta mengingat hari pertama pendaftaran tgl 6. Semua  balon sekarang masih berada di Jakarta melakukan kasak-kusuk. Tengku Ery malam kemarin hadir di acara Ical sehabis Rapimnas, dan tetap melakukan lobby agar dia bisa ditetapkan Golkar sebagai calon Gubsu. Begitu juga dengan Pak Chairuman.

Golkar sampai hari Kamis memang diketahui belum menetapkan siapa yang akan dicalonkan mereka. Tak heran kalau para balon seperti Tgk Ery, Chairuman bahkan Gus Irawan sampai hari ini masih terus berharap mendapatkan sampan Golkar. Yang lebih seru adalah RE Nainggolan yang semula sudah mendapat angin dari Ketua Umum PDIP, Ibu Mega, belakangan mentah lagi setelah muncul Efendy Tampubolon yang juga berambisi untuk dicalonkan. RE sekarang juga berada di Jakarta. Karena kalau dia tidak didukung PDIP maka dukungan PDS dan PRRN tak cukup untuk mengusungnya mencalonkan diri sebagai calon Gubsu. Karena itu RE sekarang terus melakukan lobby-lobby di Jakarta.

Cuma di tingkat pusat sekarang ini berkembang di PDIP, nama AY cukup mengental disebut-sebut, karena konon Mega masih lebih menginginkan calon Gubsu PDIP dari kalangan militer.

Perkembangan yang paling menarik, ada keinginan PDIP untuk menjadikan AY calon Gubsu dengan wakilnya RE Nainggolan. Hebatnya, RE yang selama ini diketahui sangat ngotot untuk tetap jadi nomor satu (kalau tak bisa lebih bagus tak mencalon), untuk wacana dengan AY ternyata dia bersedia.

Baca Juga :  Jangkiti Warga Miskin - 50.000 Penderita TBC Berada di Sumut

“Ini perkembangan baru, karena hanya sama AY di mau mengalah jadi wakil, yang lain tidak,” kata sumber Mandiri tadi.
Nasib AY Nasution dan Amri Tambunan yang disebut-sebut akan didukung Demokrat juga belum pasti. Kabarnya Amri baru didukung oleh orang-orang DPP saja, termasuk Anas, tapi SBY belum menetapkan siapa yang sebenarnya akan diusung.

Kabar yang diperoleh Mandiri di Jakarta, satu-satunya balon yang sudah berhasil menemui SBY cuma AY, Amri maupun balon yang lain, termasuk Gus
Irawan, belum berhasil bertemu langsung.

Amri diketahui sekarang juga berada di Jakarta, tapi dengan alasan dia mau ke Palembang menerima penghargaan. Itu bisa jadi. Tapi dari Palembang kan bisa langsung balik lagi ke Jakarta.

Yang agak diyakini adalah posisi Gus Irawan, konon dia sudah aman. Gerindra, mungkin karena masih malu-malu dikabarkan memang sudah disetujui Prabowo, tapi belum diumumkan. Dengan  Gerindra ditambah beberapa partai kecil, Gus sudah bisa mendaftarkan diri untuk jadi calon Gubsu. Hanya saja, Sukirman yang dibidik Gus untuk wakilnya belum juga membuat penetapan. Tapi kalau untuk maju jadi Gubsu, Gus sudah tak ada masalah.

GUS IRAWAN BELUM PASTI

Sementara itu, DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara (Sumut) belum pasti mencalonkan H Gus Irawan Pasaribu sebagai calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) pada Pemilukada Gubsu 2013 ini. Juga belum memastikan siapa kader partainya yang akan diusung sebagai calon Wakil Gubsu.

Ketua DPW PAN Sumut H Syah Afandin yang akrab disapa Ondim, mengatakan kepada Harian Mandiri kemarin, DPP PAN masih meunggu dan melihat konstelasi politik yang berkembang di Sumut hingga saat-saat terakhir. DPW sudah merekomendasikan tiga nama untuk Cagub dan satu nama untuk Cawagub, tetapi semua masih dalam kajian dan pertimbangan DPP khususnya ditangani langsung oleh Ketua Umum Hatta Rajasa.

Seperti diberitakan, tiga nama yang diusulkan DPW PAN Sumut ke DPP untuk Cagubsu masing-masing Gus Irawan, Amri Tambunan dan Chairuman Harahap. Sedangkan untuk Cawagub, DPW sepakat merekomendasikan satu nama yaitu H Syah Affandin, Ketua DPW PAN Sumut.

Dikatakan, keputusan DPP nanti juga akan sangat bergantung dari konstelasi politik yang berkembang mengenai pencalonan Gubsu ini. Partai tentu mencari figure calon yang benar-benar kredibel dan dapat diterima masyarakat luas secara riil sehingga berpeluang besar untuk menang. Belum tentu figure yang dielu-elukan di tingkat elit benar-benar merupakan sosok yang disenangi mayoritas warga Sumut sebagai pemegang hak pilih.

Baca Juga :  Memalukan, Pengurus PSSI Sumut Dukung Nurdin Halid

Selain itu, DPP PAN juga masih menyimak dengan seksama siapa figur-figur yang akan dicalonkan sebagai Gubsu dalam Pemilukada ini. “Artinya, partai apa mencalonkan siapa juga kan menjadi pertimbangan bagi DPP mengambil putusan akhir. Itu juga sangat mempengaruhi penetapan siapa yang akan dicalonkan PAN,” ujar Ondim, yang merupakan calon tunggal Cawgubsu 2013-2018 berdasarkan rekomendasi DPW PAN Sumut ke DPP.

Jadi, katanya, DPW PAN Sumut masih dalam posisi menunggu putusan akhir DPP. Termasuk apakah dia sendiri akan disetujui menjadi Cawagubsu sesuai rekomendasi DPW, masih juga belum dapat dipastikan. Sebab DPW hanya mengajukan, sedangkan keputusan akhir berada di tangan DPP PAN khususnya Ketua Uum.

“Saat ini kita masih dalam posisi menunggu, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa juga masih dalam kesibukan, kendati tetap member perhatian penuh soal Cagubsu-Cawagubsu ini,” tukasnya.

Mengenai isu yang berkembang belakangan ini, bahwa Hatta Rajasa sudah merestui kader PAN Ir H Soekirman, yang saat ini menjabat Ketua DPD PAN dan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Ondim menukas, “Masih belum ada keputusan.”

Menurutnya, soal restu tentu saja Ketua Umum merestui siapa saja kader yang dinilai berkualitas untuk maju. “Tapi semua kan ada dasar-dasar pertimbangannya. Mana yang diputuskan Ketua Umum, itu tentu setelah melalui pengkajian dan penilaian dan dianggap yang terbaik untuk saat ini. Sekarang semua belum pasti, situasi berkembang terus, perubahan bisa terjadi detik per detik,” pungkas Ondim yang juga Ketua DPD HNSI Sumut itu. [SS/R-1] (http://harianmandiri.com)

Foto: H. Gus Irawan diapit H Soekirman dan H Syah Afandin.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Gosok sana gosok sini…. hitungan terus bertambah dan inilah mungkin salah satu yang sering disebut investasi politik yang dalam proses gosok sana gosok sini…… akibatnya setelah terpilih bisa saja jadinya mana hutang politik yang harus prioritas yang harus dibayar dan mana yang berikutnya…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*