Paramedis Pemko Padangsidimpuan Tanggap Darurat

www.waspada.co.id

star Paramedis Pemko Padangsidimpuan Tanggap DaruratSIDIMPUAN – Setelah kota Padangsidimpuan berstatus kota Siaga, Dinas Kesehatan setempat terus melakukan kegiatan yang berkaitan dengan program kesiapsiagaan terhadap segala masalah kesehatan masyarakat.

Seperti penyuluhan makna dan fungsi kelurahan siaga atau desa siaga. Kemudian melakukan sosialsiasi kegawat darurat bagi seluruh tenaga medis yang bertugas di desa, Puskesmas Pembantu, dan Puskesmas.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi keadaan gawat darurat dan bencana di daerah masing-masing,” kata kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Padang Sisimpuan, Doria Hafni Lubis.

Doria mengatakan, kota Padangsidimpuan terdapat 79 keluharan/desa, dan semuanya telah berstatus Siaga. Karena itu, dalam grand designnya, pihaknya menginginkan status kota Siaga benar-benar berfungsi. Kemudian memproduktifkan dan mengepektifkan keberadaan Posyandu.

Oleh karena itu, lanjut Dori, seluruh tenaga medis yang dalam tugas kesehariannya bersentuhan langsung dengan masyarakat, harus benar-benar memiliki kesiapsiagaan terhadap keadaan darurat dan bencana.

Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa perlunya kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa gizi buruk. Masalah gizi sangat penting, karena berpengaruh terhadap pola pikir atau intelektualitas manusia.

Karena , lanjutnya, hal ini dilakukan berkaitan erat dengan penentuan tingkat sumber daya manusia kota Padangsidimpuan ke depan.

Karenanya, lanjut  Dori, seorang tenaga medis harus bisa mengidentifikasi ada tidaknya potensi ancaman kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di masyarakat, yakni dengan cara mempelajari pendistribusian kasus berdasarkan orang, tempat, waktu, dan faktor penyebabnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Padang Lawas Utara Berkelahi dengan PNS

Selain itu, katanya, bidan desa, Pustu, dan Puskesmas, harus punya data akurat mengenai masyarakatnya. “Seperti yang dibuat Pustu Timbangan dan Puskesmas Pokenjior,” ujarnya.

Sehingga, lanjur Dori,  apabila KLB atau dugaan KLB muncul, seorang tenaga medis sudah bisa membuat kajian epidemiologinya. Yakni melakukan analisis terhadap penyebab, gambaran epidemiologi, faktor yang mempengaruhi, sumber penyebaran, dan menetapkan cara penanggulangan yang efektif serta efisien.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*