Parausorat Wisata Iman di Tapsel

125603212eef71038e3389922bb8600ec7bdb5d5 Parausorat Wisata Iman di TapselSIPIROK – Di Tano (tanah) Godung Barmen, Lingkungan Parausorat, Kelurahan Parausorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel akan dibangun Tugu dan kawasan Wisata Iman. Penanda tanganan prasasti pembangunannya telah dilakukan pada penutupan peringatan 150 Tahun Kekristenan di Luat (tanah) Angkola oleh Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Bimas Kekristenan, Saur Hasugian, Minggu (10/7).

Dengan dibangunnya tugu dan prasasti peringatan Jabileum 150 tahun Kekristenan di kawasan tersebut, nantinya Parausorat akan dijadikan objek wisata iman bagi umat Kristiani di Tapsel, sehingga ke depan membuka peluang bagi umat pengikut Injil tersebut mengunjungi kawasan (Tano Godung Barmen Parausorat) yang sangat bersejarah bagi awal pengembangan umat Kristiani di tanah Batak.

Ephorus Gereja Kristen Batak Protestan Angkola (GKPA), Pdt AL Hutasoit MA dalam sambutannya mengatakan, pusat sejarah seluruh gereja di Sumatera Utara dimulai dari Parausorat dan akhirnya menyebar ke seluruh Tapanuli.
“Gerit Van Asselt salah seorang misionaris telah membaptis untuk yang pertama sekali. Dia bukan saja melakukan pekabaran Injil tetapi juga mengajarkan pendidikan, kesehatan, pertanian dan pertukangan. Awalnya dari Parausorat ini dan selanjutnya menyebar ke seluruh Tapanuli,” katanya.

Diungkapkannya, pada pelaksanaan peringatan 150 tahun Kekristenan di Tanah Angkola yang dipusatkan di Parausorat, telah terlaksana dengan aman dan damai dan diterima dengan baik seluruh lapisan masyarakat. “Kiranya keharmonisan hubungan yang baik ini tetap dilestarikan, dengan menghormati budaya yang ada didaerah ini,” ajaknya.

Baca Juga :  HUT Tapsel, Jeep Jamboree Gelar Perlombaan Jelajah Alam

Hadir dalam acara penutupan 150 Tahun Kekristenan di Laut Angkola tersebut Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Bimas Kristen, Saur Hasugian MTh, Wakil Bupati Tapsel, Ir Aldinz Rapolo Siregar mewakili Plt Gubernur Sumut dan Bupati Tapsel, Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH, Komandan Brimob Detasemen C Poldasu, AKBP Antoni Surbakti, FKUB Tapsel, Drs Agus Salim Lubis MAg, Ephorus GKPA, Pdt AL Hutasoit MA, perwakilan Kementrian Agama Provinsi Sumut, para pendeta, tokoh agama, tokoh adat dan sekitar 6000-an jemaat GKPA se-Nusantara serta Misionaris Luar Negeri Seperti Rosmerry dari Australia, Jerman, dan Marice Menonaif dari Negeri Belanda.

“Kehadiran kami disini adalah bukti persekutuan kami dengan GKPA secara keseluruhan. Bagi kami, keberagaman pemahaman tidak jadi masalah dan ini yang kami lihat disini dan anda harus memelihara cara hidup seperti ini selamanya,” ucap misionaris dalam sambutannya. (ran/mer) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*