Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Java Jazz Jadi Magnet bagi Wisatawan

KOMPAS.com — Java Jazz, yang telah menjadi salah satu festival musik jazz terbesar dunia, turut mendukung upaya mendatangkan wisatawan dan mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya seni pertunjukan musik (music performance) di Tanah Air.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sapta Nirwandar mengemukakan itu di Jakarta, Jumat (2/3/2012).

”Penyelenggaraan Java Jazz 2012 telah menarik perhatian media maupun industri pariwisata di Asia. Menurut informasi, banyak penggemar musik jazz dari Asia dan Australia telah melakukan booking tour ke Jakarta khusus untuk menyaksikan festival ini,” kata Sapta Nirwandar.

Menurut Sapta, Java Jazz yang berlangsung 2-4 Maret masuk dalam calendar of event pariwisata nasional menjadi salah satu acara unggulan karena secara kontinyu diselenggarakan setiap tahun sejak 2005. Peminatnya terus meningkat, terutama kalangan muda dan para penikmat musik jazz dari dalam negeri dan mancanegara.

Kemenparekraf berpartisipasi dalam Java Jazz 2012 di panggung Wonderful Indonesia di hall D2 (area outdoor) dengan menampilkan artis Indonesia dan internasional, seperti Calvin Jeremy, Indonesia Nu Progessive, MCFerrin, Urban Phat, Indra Aziz Beat Pop Project, Tony Montana, Gugun Blues Shelter, Galaxy Big Band, Beny Likumahuwa, Benyamin On Jazz sebagai tribute to the legend duwende.

Kemenparekraf menempati booth A-17 untuk memberikan pelayanan informasi pariwisata Indonesia kepada para pengunjung Java Jazz yang tahun lalu mencapai 150.000 dari dalam negeri dan mancanegara.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Agnes Monica Artis Terpopuler di MTV

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*