Pasangan Calon Bupati Madina Terancam Pidana

Majelis Hakim Konstitusi (MK) memutuskan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mandailing Natal (Madina) diulang, karena terbukti adanya permainan politik uang.

“Kita mendorong kasus Madina ke ini ke jalur hukum. Karena money politics itu pelanggaran pidana,” kata Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution kepada wartawan di Medan, Rabu (7/7).

Menurut Irham, keputusan MK yang membenarkan bahwa poltik uang sebagai penyebab diulangnya Pilkada Madina dapat dijadikan bukti awal dibawanya kasus tersebut ke ranah hukum. Untuk itu peran panwas dan kepolisian yang berwenang mengusutnya.

Sementara itu Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini merasa gerah jika Pilkada Madina yang diulang dikaitkan dengan kinerja Panwas Madina. Karena menurutnya panwas sudah bekerja dan melaporkan pelanggaran politik uang ke kepolisian.

“Panwas sudah bekerja dan Bawaslu pun menurunkan tim langsung ke daerah. Panwas sudah laporkan pelanggaran money politik di Madina ke kepolisian,” ungkap Hidayat. Dia berharap kepolisian juga didesak untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Jangan hanya panwas yang didorong sementara lembaga pengawas sifatnya hanya memberikan rekomendasi laporan pelanggaran.

Begitupun Hidayat mengakui kalau Panwas Madina pernah membuat kesalahan ketika mengeluarkan surat edaran yang menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan pasangan calon.

Namun surat edaran tersebut sudah diklarifikasi dan dibatalkan setelah dievaluasi oleh Bawaslu.
Seperti diketahui KPU Madina sebelumnya sudah menetapkan pasangan Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution.

Baca Juga :  Warga Sipirok -Tapsel Demo Ke DPR RI

Namun karena dinilai telah terjadi kecurangan yang dilakukan secara massif, sistematis dan terstruktur terkait politik uang yang dilakukan tim pemenangan calon terpilih, maka MK memutuskan dilakukan pemungutan suara ulang untuk Pilkada Madina.

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=39774:pasangan-calon-bupati-madina-terancam-pidana&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*