Pasangan Suami Istri di Sibuhuan, Kec. Barumun, PALAS Dinyatakan Positif Terjangkit HIV/AIDS

Sabtu, 20 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Pasangan suami istri (pasutri) di Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinyatakan positif terjangkit penyakit human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS). Ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan dan Sosial (Dinkessos) Palas dua minggu lalu.

Kadinkessos Palas Drs Ahmadin Hutagalung melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) H Ghozali kepada METRO, Jumat (19/2) menerangkan, pasutri tersebut diketahui terjangkit HIV ketika keduanya berkonsultasi ke salah satu tempat berobat di lingkungan Dinkessos Palas. Setelah diperiksa, keduanya positif terjangkit HIV.

Pasutri penderita HIV/AIDS tersebut, terang Ghozali, yang perempuan berusia 30 dan laki-laki (40). Keduanya seminggu lalu sudah dirujuk ke Dinkes Provinsi Sumatera Utara untuk berobat, agar tidak terjadi penularan di tengah-tengah masyarakat.

“Tidak perlu ditakutkan, karena korban HIV tidak bisa tertular begitu saja kepada masyarakat. Kalau hanya makan bersama, ciuman, ke toilet bersama, batuk, bersin, dan menggunakan alat makan bersama tak akan tertular. Namun perlu diingat, HIV dapat menular dengan melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan tanpa alat pengaman berupa kondom, menggunakan jarum suntik narkoba yang tidak steril, dan bagi wanita melahirkan yang menyusukan anaknya, serta melalui tranfusi darah,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dan obrolan dengan terhadap pasutri tersebut, diduga dibawa sang suami yang bekerja sebagai sopir luar daerah. Sejauh ini, kedua anak mereka sudah diperiksa, dan hasilnya negatif HIV.

Baca Juga :  Kapolri: Ayo Kita Keroyok Reserse!

“Hanya pasangan suami-istri itu yang mengidap HIV,” terangnya.

Sementara, identitas pasutri yang mengidap HIV/AIDS tersebut dirahasiakan pihak Dinkessos untuk sementara agar warga sekitar tidak resah dan tidak mengucilkan pasutri itu. “Minta maaf. Sementara identitas keduanya kami rahasiakan. Takut nantinya (mereka) dikucilkan masyarakat,” pintanya.

Ditambahkannya, adapun ciri-ciri seseorang terjangkit HIV/AIDS yaitu, yang bersangkutan menderita sariawan luar biasa, mencret tidak sembuh-sembuh, merasa ada kelainan sesuatu dalam tubuh yang tidak seperti biasanya, seperti tubuhnya makin kurus, wajahnya lesu tidak sesuai usia, serta ada penyakit lainnya, seperti batuk-batuk berkelanjutan.

“Inilah tanda-tanda seseorang terkena HIV. Namun perlu diingat masyarakat, kalau masih satu bulan terjangkit, masih bisa disembuhkan. HIV ini aneh. Misalkan hari ini terkena, dampaknya 12 tahun mendatang baru terlihat. Sebenarnya HIV itu virus yang melumpuhkan kekebalan tubuh seseorang. Jadi ada seseorang itu kebal dengan virus HIV karena anti bodinya kuat. HIV ini virus yang menggeranyangi seseorang terus-menerus sampai yang bersangkutan meninggal alias badannya kering,” terangnya.

Ghozali pun mengajak masyarakat agar jangan malu berobat jika mengalami ciri-ciri seperti di atas, karena ini bukan persoalan tabu, dan sudah menjadi hal yang harus diantisipasi dan dibahas.

“Datang saja ke tempat berobat terdekat untuk berkonsultasi jika ada merasakan hal tersebut, agar bisa diantisipasi sedini mungkin,” imbaunya.

Disinggung apakah ada warga selain pasutri tersebut yang terjangkit HIV, Ghozali menyebutkan tidak bisa diperkirakan.

Baca Juga :  POLRES MADINA RAZIA PERAMBAHAN AREAL HPH TELUK NAULI

Sedangkan upaya menanggulangi agar HIV tidak merebak, Dinkessos dengan pihak terkait termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan koordinasi dengan bupati, untuk mengambil langkah-langkah pencegahan ke depan. Harapannya, khusus untuk razia pekerja seks komersial (PSK), Satpol PP melaksanakannya. Bagi yang terjaring razia, nantinya Dinkessos akan mengambil sampel darahnya.

“Dalam waktu dekat ini, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi ke masyarakat, seperti menyebarkan dan menempelkan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS. Pesan saya, janganlah ‘jajan’ sembarangan,” sebutnya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*