Pasar Baru Sipirok Belum Dimanfaatkan – Pedagang Berjualan di Ruas Jalan

1613839922e540b14d84c5087f14085e526c3d88 Pasar Baru Sipirok Belum Dimanfaatkan Pedagang Berjualan di Ruas Jalan
PASAR-Pasar baru Sipirok belum dimanfaatkan.

SIPIROK-Walau telah diresmikan beberapa waktu lalu, Pasar Baru Sipirok yang dibangun sejak 2010 dan selesai akhir 2011 lalu, belum juga dimanfaatkan sebagai fasililitas jual beli kebutuhan warga.

Kondisi ini mengakibatkan kesemrawutan beberapa ruas jalan, karena, para pedagang tetap memanfaatkan ruas jalan berjualan. Beberapa jalaj yang dimanfaatkan para pedagang tersebut seperti jalan lingkar Pasar (dari Kantor PLN hingga Kantor Polsek Sipirok) sebagai tempat berjualan yang setiap hari pekan Kamis selalu dipadati pedagang dan pembeli.

Di samping itu, ruas jalinsum (Jalan Merdeka Sipirok) juga kerab terjadi antrean kendaraan, karena para pedanag tetap berjualan di badan jalan negara tersebut, sebagai dampak dari belum dimanfaatkannya fasilitas pasar yang ada. Pantauan METRO di hari pekan Kamis (24/5) kemarin, suasana pasar yang baru masih tampak lengang dan sama sekali masih tertutup.

Sebaliknya, di beberapa ruas jalan seperti jalan keliling Pasar Sipirok yang menghubungkan Kantor PLN Sipirok hingga Kantor Polsek Sipirok di padati pedagang dan pengunjung. Pemandangan yang sama juga tampak di Jalan Pesanggarahan Pasar Sipirok, Jalan Simangambat bahkan Jalan Merdeka sehingga suasana pasar menjadi semrawut.

Di samping itu, kendaraan yang parkir juga kerab membuat fasilitas jalan menjadi menyempit, membuat lalu lintas kerab mengalami antrian. “Kita sangat heran kenapa pasar yang sudah selesai dibangun belum juga dimanfaatkan, sudah terlalu lama dibiarkan kondisi Pasar yang semrawut dan memanfaatkan badan ini. Dan kasihan para pedagang dan pengunjung,” ucap warga bermarga Nasution.

Baca Juga :  Nelwan Harahap: Masyarakat harus Butong, Sehat, & Pistar

Beberapa pedagang yang ditemui METRO Kamis (24/5) mengatakan, mereka akan tetap menjalankan usahanya guna mencari nafkah untuk kebutuhan ekonomi keluarga, sepanjang belum ada larangan dari pemerintah. “Jika memang masih di ijinkan berjualan disini kami akan tetap berjualan. Bagaimanalah kami harus mencari nafkah untuk ekonomi keluarga,” ucap Sihombing, Ritonga, Harahap dan lainnya sembari menyebutkan mereka setiap julanan membayar retribusi.

Kepala Pasar Sipirok, Dodi kepada METRO Kamis (24/5) melalui telepon selulernya mengatakan, pasar yang baru dibangun belum bisa digunakan dikarenakan, kios dan los yang ada dalam pasar baru tidak akan mampu menampung sekitar 500-an pedagang kios, los dan PKL setiap hari pekan Kamis di Pasar Sipirok.

Dan bersama Aosiasi Pedagang Pasar Sipirok (APPS), hingga saat ini masih terus mengupayakan jalan keluar terbaik agar semuanya tertampung dengan memanfaatkan lokasi yang kosong dan tidak menganggu fasilitas jalan lagi. “Kamis depan (31/5), Insya Allah pasar itu akan dimanfaatkan, Pasar Lama (balerong) rencananya akan dikosongkan juga, karena akan di bongkar dan dibangun alun-alun.

Tentunya hingga saat ini pihak pasar bersama Asosiasi Pedagang Pasar Sipirok dan pihak Kelurahan dan Naposo Bulung Pasar Sipirok terus mengupayakan los dan lokasi berjualan untuk para PKL, sehingga kesemrawutan tidak terjadi lagi,” ucapnya. (ran/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tapsel Didominasi Pelamar Guru

1 Komentar

  1. Semoga hari Kamis 31 Mei 2012 Pasar Baru Sipirok ini dapat digunakan oleh para pedagang, dan Pasar Lama cepat dibongkar agar Pasar Sipirok terlihat lebih bersih , indah dan nyaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*