Pasar Ramadan yang Disediakan Pemkab Ditelantarkan

(Analisa/tohong p harahap) Terlantar: Pasar Parbukoan yang disediakan Pemkab Paluta di Alun-alun Gunung Tua kurang diminati dan ditelantarkan pedagang, karena dinilai kurang strategis untuk menjajakan dagangan mereka selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Paluta,  Rencana pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) untuk membuka pasar parbukoan di alun-alun Gunung Tua (Bekas Lapangan Merdeka) mengalami kendala.

Para pedagang enggan menempati dan pindah, karena pasar parbukoan di depan lost Pasar Gunung Tua dianggap lebih strategis.

Para pedagang merasa lebih nyaman berjualan dipinggir jalan depan Lost Pasar Gunung Tua ketimbang pindah ke tempat pasar parbukoan yang telah disediakan pemerintah setempat.

“Lebih aman dan strategis di sini ketimbang di sana (Lapangan Merdeka). Kalau di sini, habis beli bukaan, orang bisa langsung masuk ke pasar beli kebutuhan sehari-hari,” kata H boru Harahap, pedagang berbagai jenis bukaan ditemui Analisa, Minggu (29/6).

Wanita yang telah berjualan rutin selama ramadhan di depan pasar Gunung Tua ini mengaku enggan pindah dan menempati pasar parbukoan yang telah disediakan pemda dengan beberapa alasan.

Selain karena posisi tempat pasar parbukoan persis berada di Jalan Merdeka yang dinilai lebih strategis dan menjanjikan, alasan lainnya lokasi pasar parbukoan yang baru kurang strategis dan tidak tepat.

Hal yang sama dikatakan pedagang lain Ridahati Harahap penjual menu bukaan asal Lingkungan II, Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, mengatakan lokasi yang telah disediakan Pemkab tersebut tidak layak di gunakan untuk lokasi berjualan.

Baca Juga :  Produksi sawit Paluta turun drastis

Sebab katanya Alun-alun Kota Gunung Tua bukan merupakan lokasi strategis dan bukan jalanan ramai yang dilalui para pemakai jalan sehingga dirinya khawatir jika berjualan di lokasi yang telah dipersiapkan Pemkab tersebut dirinya takut dagangannya tidak laku.

“Gak mungkin laku lah di situ berjualan, siapa lah yang tau kalau kami berjualan disana, gak ada kan?,” tegasnya.

Selain itu, alasan pemerintah yang melarang para pedagang untuk berjualan di Pasar Gunung Tua, merupakan alasan yang tidak masuk akal, dengan mengatakan akan menimbukan kemacetan. Bukankah untuk mengatur lalulintas pemerintah katanya memiliki Dinas Perhubungan.

“Mana logika alasan mereka yang mengatakan macet kalau berjualan di pasar, terus kalau kami dipindahkan ke Alun-alun Kota Gunung Tua siapa yang mau datang membeli kesana, ular kali ya,” ungkapnya kesal.

Menurutnya, Pasar Parbukoan sendiri yang terletak di pinggir jalan Merdeka, posisinya strategis dan cukup disukai para pedagang dan warga karena dekat dan terjangkau.

Pantauan wartawan, saat berkunjung ke Alun-alun Kota Gunung Tua, Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak terlihat bangunan sederhana yang telah dipersiapkan Pemkab Paluta melalui Dinas Damkar, Pertamanan, Kebersihan dan Pasar untuk para pedagang sama sekali tidak dipakai serta ditelantarkan begitu saja.

Deretan stand yang disediakan pemda di Alun-Alun Gunung Tua tidak diminati para pedagang dan stand tersedia terlihat sepi dan kosong, rencana lokasi berjualan yang khusus diperuntukkan bagi pedagang menu bukaan puasa tersebut sudah tersedia dan bahkan para pedagang hanya tinggal menempati saja.

Baca Juga :  Kadis PU Pemko P. Sidimpuan Akui Proyek PU dan P2KP Tumpang Tindih

Sementara pasar parbukoan yang berada di depan lost pasar Gunung Tua tampak dipadati puluhan pedagang parbukoan dari berbagai jenis sejak pukul 14.00 Wib hingga pukul 17.50 Wib. (ong)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*