Pasar Sipirok Bau dan Jorok – Banyak Los Tak Difungsikan

160678298d9c9e7d364f4214b587b29b0665a626 Pasar Sipirok Bau dan Jorok Banyak Los Tak Difungsikan
JOROK-Suasana di dalam Balerong Pasar Lama Sipirok yang kotor dan jorok. Dijepret Selasa (8/5).

SIPIROK-Kondisi Balerong Pasar Lama di Jalan Merdeka Sipirok, Kabupaten Tapsel sangat kotor dan jorok. Sampah berbagai jenis berserakan dan sebagian besar sudah mulai membusuk. Di samping itu, beberapa los sudah lama tak difungsikan lagi. Akibat kondisi pasar yang tak terurus ini, aroma pesing selalu menjadi hirupan setiap hari pedagang dan pembeli yang beraktifitas di dalam fasilitas umum tersebut. Dan jika kondisi itu terus dibiarkan, akan berbahaya pada kesehatan warga.

Pantauan METRO Selasa (8/5), suasana di dalam Balerong Pasar Sipirok tersebut sangat memprihatinkan. Saluran air yang ada tersumbat oleh keberadaan sampah yang membusuk. Airnya pekat dan menyebarkan aroma busuk ke mana saja yang membuat pedagang dan pembeli harus tutup hidung menahan bau yang menyengat.

Berbagai jenis sampah juga tampak berserakan, sehingga menambah suasana pasar terkesan tak terurus dan sangat berbahaya untuk dikunjungi warga sebagai lokasi transaksi jula beli berbagai kebutuhan hidup terutama makanan. Walau demikian, aktifitas warga pembeli dan pedagang masih tetap berjalan sebagai mana setiap harinya di pasar tersebut. Hal ini tentunya karena kondisi pasar yang kotor dan jorok.

Tokoh masyarakat setempat, Abdul Jalil Nasution (62) kepada METRO Selasa (8/5) mengatakan, kondisi di dalam balerong Pasar Sipirok yang jorok dan menyebarkan bau tak sedap ini sudah sangat membahayakan bagi kesehatan warga khususnya pembeli dan pedagang. Di pasar terkesan sebagai tempat berbagai macam bibit penyakit.

Baca Juga :  Kapoldasu belum tahu BAP kasus Tapsel

Selaku warga, dirinya sangat menyesalkan kondisi pasar yang terkesan kurang pemeliharaan kebersihan, dan adanya kesan pembiaran padahal sangat membahayakan bagi warga. “Kondisi itu terkesan jorok dan terlantar akibat kurangnya perhatian, terutamna pemeliharaan kebersihan dari pemerintah dan tentunya pedagang sendiri.

Keadaan ini sudah sangat membahayakan dan berbagai bibit penyakit pasti bersarang di sana. Kita sangat berharap pemerintah meninjaunya dan memperhatikan itu demi terpeliharanya kebersihan pasar dan kesehatan warga,” katanya. Abdul Jalil Nasution juga berharap, kiranya  pedagang meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah secara sembarangan dan menjadikan parit/seloka air sebagai tempat pembuangan sampah. (ran/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Sesuai dengan data LKPJ Bupati Tapsel TA 2011tertanggal 19 Maret 2012, dana yang dikucurkan dan direalisasikan dari APBD untuk pengembangan kinerja pengelolaan sampah di Tapanuli Selatan sebesar Rp. 514.195.000,-. Jika dibagi untuk 14 kecamatan selama setahun mari kita hitung sendiri ya

  2. Bagaimana mau bersih, petugas kebersihan hanya 5 orang untuk pasar dan kota Sipirok dan pengangkutan sampah 2 kali seminggu..Sudah pasti sampah menumpuk..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*