Pasar Tradisional Kab. Paluta Butuhkan Perhatian

pasar12 Pasar Tradisional Kab. Paluta Butuhkan PerhatianGUNUNGTUA  – Anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Ashar Effendi Hasibuan, mengatakan beberapa pasar tradisional yang berada di wilayah kabupaten Paluta membutuhkan perhatian.

“Karena kondisinya sangat memprihatinkan, terkenal dengan kekumuhannya,” katanya, pagi ini.

Menurutnya, kondisi pasar-pasar ini perlu perhatian signifikan serta mengadakan rehablitasi dan rekonstruksi. “Pasalnya kondisi fisiknya sudah kumuh, kotor, becek, bau menyengat, lalu lintas pembeli tidak tertata rapi dan ketidaknyamanan lainnya,” sebutnya.

Ditambahkan, hal ini terlihat di Pasar Gunungtua, Pasar Poken Selasa, Pasar Siunggam, Pasar Aek Godang, Pasar Ulak Tano, Pasar Marlaung, Pasar Sipiongot.

Dijelaskan, pengembangan fisik pasar dan pengelolaannya mesti dilakukan, Pemkab Paluta, bisa melakukan kerjasama antara perusahaan swasta yang umumnya di bawah skema bangun operasi dan transfer (build-operate-transfer/BOT).

“Perusahaan swasta kemudian membayar setiap tahun kepada Pemkab sejumlah dana (retribusi) yang telah disepakati,” katanya.

Pengelolaan pasar, katanya, diangkat kepala Dinas Pasar untuk mengelola pasar, dengan menetapkan target retribusi pasar tahunan. Tugas utama yang diemban setiap kepala pasar adalah pemenuhan target yang sudah ditetapkan.

Ditambahkan, pasar tradisional memiliki beberapa keunggulan,yakni, masih adanya kontak sosial saat tawar-menawar antara pedagang dan pembeli.

Pasar tradisional juga menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat. Di sana , masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya, dari mulai para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, hingga tukang becak.

Baca Juga :  King Kenny 'Sihir' Pemain Liverpool Lewat DVD Obral

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=113125:pasar-tradisional-butuhkan-perhatian&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*