Pasca Aksi Warga Nagajuang Tuntut PT SM Stop Beroperasi – Pemkab Segera Bentuk Tim Investigasi

Penjabat (Pj) Bupati Madina Ir H Aspan Sopian Batubara MM menggelar pertemuan dengan perwakilan masyarakat se-Kecamatan Nagajuang dan warga enam desa di Kecamatan Siabu, kemarin (23/11), untuk merundingkan tuntutan masyarakat terkait PT Sorikmas Mining (SM). Sebelumnya, Senin (22/11) lalu, seribuan warga dari 7 desa di Nagajuang, mendesak PT SM untuk berhenti beroperasi dan hengkang dari Madina.

Warga yang berunjuk rasa agar PT SM stop beroperasi, Senin (22/11) lalu.

Rapat yang digelar di aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Paya Loting, Selasa (23/11) dimulai sekira pukul 14.30 WIB hingga berakhir pukul 16.30 WIB. Dalam pertemuan itu hadir Pj Bupati Ir Aspan Sofian Batubara, Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay SH, Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk, Kajari Panyabungan Danang Porwoko Adisuseno SH MH, dan Muspida lainnya serta puluhan masyarakat perwakilan dari Kecamatan Siabu dan Nagajuang yang berjumlah 13 desa.

Di mana tujuh desa dari Kecamatan Nagajuang, yakni Desa Humbang, Tambiski Nauli, Tambiski, Sayur Matua, Banua Simanosor, Banua Rakyat, Tarutung Panjang. Lalu enam desa di Kecamatan Siabu atau yang dekat dengan lokas tambang. Yakni Desa Tanggabosi 1, 2, dan Tanggabosi 3, Hutagodangmuda, Tanjung, dan Muara Batang Angkola.

Dalam rapat tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa Pemkab Madina akan segera membentuk Tim Investigasi atas segala laporan yang disampaikan oleh masyarakat dua kecamatan. Temuan tim nantinya akan ditindaklanjuti ke pemerintahan yang lebih tinggi lagi hingga ke pemerintah pusat.

Kepala Bagian Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH saat ditemui METRO usai pertemuan menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah Pemkab untuk mendengarkan persoalan dan keluhan masyarakat di dua kecamatan terhadap PT SM. Apalgi sejak beberapa waktu lalu masyarakat dua kecamatan tersebut telah berunjuk rasa dan melakukan aksi lainnya untuk menuntut PT SM menghentikan operasinya.

Baca Juga :  Sambut Hardiknas Disdik Gelar Festival Tor-Tor

Dalam pertemuan tersebut perwakilan warga Naganjuang, kata Taufik, tetap konsisten untuk bertahan pada pernyataan sikapnya saat melakukan aksi unjuk rasa Senin (22/11) lalu. Warga akan terus menuntut agar PT SM berhenti beroperasi dan keluar dari Madina. Warga juga meminta agar pemerintah mencabut segala perizinan PT SM.

“Perwakilan Kecamatan Nagajuang tetap konsisten untuk mengusir PT SM dan tak ada tawaran lain, menurut warga itu harga mati. Alasan warga menyebutkan hal itu karena warga menilai keberadaan PT SM akan membawa penyakit dan menghancurkan hidup mereka,” sebut Taufik.

Berbeda pula dengan perwakilan dari Kecamatan Siabu. Warga keenam desa terutama Desa Tanggabosi 1, 2, dan 3, dari hasil pertemuan mengatakan, warga menerima keberadaan PT SM namun dengan catatan PT SM harus berkomitmen. Ini dibuktikan dengan MoU agar mengganti rugi atas tanah ulayat warga, dan PT SM dituntut memberikan kompensasi kepada warga keenam desa.

“Untuk perwakilan Siabu mereka meminta ganti rugi atas tanah ulayat yang ada di lokasi tambang PT SM, dan memberikan kompensasi per bulan kepada warga, meskipun saat ini warga belum menyebutkan besarannya. Di samping itu warga juga meminta ganti rugi atas tanah dan tanaman yang ada di atasnya atau yang ada di lokasi tambang, karena tak bias dipergunakan lagi,” tambah Taufik.

Baca Juga :  Kabut Asap Kian Pekat, Sekolah di Riau Terancam Libur Massal

Menanggapi tuntutan warga dua kecamatan itu, dijelaskan Taufik lagi, Pj Bupati Madina dalam hal ini mengambil kesimpulan untuk membentuk Tim Investigasi atas persoalan-persoalan yang dihadapi warga sekitar tambang. Sebab Pemkab akan menampung segala keluh kesah masyarakat.

“Bupati telah menerima tuntutan masyarakat dua kecamatan, dan dengan segera akan membentuk Tim Investigasi untuk menemukan segala data persoalan yang ada di PT SM supaya dilaporkan ke Pemprov Sumut, kemudian nantinya akan ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat. Bupati juga meminta masyarakat supaya tetap komitmen atas tuntutannya, karena Bupati sangat bangga atas konsisten seluruh waga dalam menyampaikan aspirasinya tadi,” jelas Taufik. (wan) (www.metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*