Pasca Kerusuhan Pemilukada – Keamanan Sibolga Kini Mulai kondusif

MEDAN – Kapoldasu, Irjen Pol Oegroseno, mengatakan situasi keamanan masyarakat Sibolga pasca kerusuhan tersebut kini cukup kondusif.

Hal itu ditandai dengan mulai ditariknya sebahagian pasukan dari Polres Taput, Polres Tapteng, dan Personil Brimobdasu yang sempat diperbantukan untuk mendampingi Polres Sibolga.

“Allhamdulillah keamanan disana kini cukup terkendali, dan kita sudah menarik sebahagian pasukan ke komando masing-masing,”ujar Kapoldasu, siang ini.

Dikatakan, salah satu pemicu kerusuhan diantaranya adalah kurangnya pemahaman yang diberikan kepada masyarakat oleh instansi terkait dan penyelenggara pemilu sehingga menimbulkan persepsi negatif.

Akibatnya masyarakat dengan mudahnya digerakan untuk melakukan aksi hingga anarkis karena samarnya informasi yang mereka dapat.

“Seharusnya tidak perlu sampai sejauh ini. Masyarakat hanya perlu diberikan pemahaman yang baik soal segala informasi. Makanya perlunya sosialisasi yang cukup dalam pelaksanaan pilkada. Ibarat nasi, sudah menjadi bubur,”ujarnya.

Proses pembelajaran demokrasi memang harus terus digalakan. Seperti halnya sikap dewasa untuk selalu menerima perbedaan.

“Tindak pidana yang telah terjadi akan diperoses. Dan mari sama-sama kita ciptakan suasana kondusif demi kenyamanan kita bersama,” pungkasnya.

Seperti diketahui kondisi keamanan di Sibolga sempat mencekam karena ratusan massa melakukan penyerangan ke tiga kantor camat di Sibolga untuk menunda penghitungan suara.

Bahkan kekuatan personil kepolisian setempat (Polres Sibolga-red) sempat kewalahan menghadapi massa yang mulai bertindak anarkis. Tidak ingin kerusuhan meluas, Poldasu selanjutnya mengirimkan bantuan personil dari Polres Taput, Tapsel dan Brimobdasu yang jumlahnya mencapi 500 personil.

Baca Juga :  Pemerintah Diamkan Kerusakan Jalinsum di Padangsidimpuan

Polisi juga telah mengamankan 23 tersangka dalam tragedi kerusuhan pilkada di Kota Sibolga. Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih melakukan pengembangan kasus tersebut.

Seperti halnya penyelidikan terkait dugaan keterlibatan para calon yang yang disinyalir memobilisasi massa hingga bertindak anarkis, seperti halnya pengerusakan di beberapa kantor camat di Sibolga.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=116552:keamanan-sibolga-kondusif&catid=14:medan&Itemid=27

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. pernah saya mencuri wesel pos orang lain dan kemudian orang tersebut takut dan akhirnya saya dapat meminjam ktp tersebut untuk mengambil uang senilai 1 juta usd di kantor pos medan ,setelah mengambil uang tersebut saya kembalikan ktp tetapi uangnya saya ambil ,orang tersebut sampai sekarang ngak pernah melaporkan kejadian tersebut karena mungkin uang kiriman pos itu tdk dikenal atau hanya uang beruntung maka kejadian tersebut tdk dipermasalahkan .setelah kejadian tersebut saya mulai lebih berani jadi orang ,lalu kucoba untuk kedua kalinya meminta lagi kepada orang itu ,berarti udah 2 kali jadi korban saya (aju/JONI).tapi yg kedua kali senilai 3 juta saya berikan kepada kawan saya namanya husin alamat jalan sentosa lama no 72 medan.jadi yang saya miliki hanya 1juta usd dan dengan bantuan adik saya aling yg dulu bekerja di bank mestika dharma saya bisa mengamankan uang tersebut ke rekening sendiri di bank mestika dharma .apakah ini sama dengan rekening gemuk milik anggota polri.joni/aju nomor hp:08126587050,alamat dulu sei kera gg.rezeki lorong buntu ,alamat sekarang pukat5 gg.mangga 22d.rumah berstatus pengajar bimbingan vendy;08126501309-77664898.Jadi komentar kepada kapolda bahwa teman saya husin yg baru ini di medan kejadian penipuan uangnya digelapkan oleh orang yg berita di koran tersangka jalan kpmplek cemara asri senilai 30 miliar ,uangnya tersebut memang husin dapat dari aju hasil pemerasan juga .kapolda boleh segera hubungi untuk mempercepat kasus,atau cari bapak saya yg sekarang masih jualan sayur dipajak beruang dengan panggilan ahui .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*