Pasca Lebaran, Harga TBS di Sosa Anjlok

Sosa. Sepekan usai perayaan Idul Fitri, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), anjlok alias terjun bebas. Saat ini harga TBS kelapa sawit Rp 960/kilo gram (kg). Petani berharap harga sawit bisa naik.
“Tapi nyatanya, usai sepekan lebaran, memang produksi sawit saya naik, tapi harganya malah terjun bebas, atau turun drastis hingga di bawah seribu rupiah perkilogramnya, yakni sebesar Rp 960/kilo gram,” ujar Edy, seorang petani sawit di Sosa kepada MedanBisnis, Senin (27/7).

Memang, luas kebun sawit miliknya yang dipanen dua hektare itu, hasil produksinya meningkat menjadi 3 ton perdua hektare. Pada kondisi trek hasil produksinya hanya 1,8 ton setiap kali panen. Sedangkan harga jualnya sebelum lebaran sebesar Rp 1.260/kg. “Prihatin dengan kondisi harga jual sawit saat ini. Kami berharap pemerintah bisa membantu petani sawit. Setidaknya memberikan standard harga jual petani sawit agar harga jualnya tetap normal,” katanya.

Pantauan MedanBisnis pada PMKS PT KAS memang terlihat antrian truck pengangkut sawit yang mengular panjang. Sedikitnya ada ratusan truck yang sedang antri menunggu panggilan masuk ke PMKS tersebut. Diperkirakan panjang antrian truck mencapai satu kilometer.

Ferdinand Ritonga, pekerja pada Suplier (SP) TBS sawit ke PMKS PT KAS Sosa mengatakan, pasca lebaran pasokan buah sawit yang diterima pihaknya naik sekitar 30%-40%. “Sebelum lebaran pasokan buah sawit yang terima sebanyak 60-70 ton perhari. Selama sepekan usai lebaran, pasokan buah sawit yang masuk mencapai 100 ton perhari, bahkan lebih dari 100 ton perharinya” ujar Ferdinand.

Baca Juga :  Bupati Madina Dinilai Tak Taat Aturan

Soal harga beli buah sawit para pengumpul sawit yang menggunakan SP HBD ini, tercatat pada hari Senin (27/7), untuk jenis buah besar dibeli sebesar Rp 1.110/kg sedangkan buah kecil dihargai Rp 910/kg.

Diakui, sebelum lebaran produksi sawit petani di daerah ini sedang mengalami penurunan. Sedangkan harga buah sawit saat itu berkisar Rp 1.500/kg – Rp 1.600/kg. “Menurut saya, menurunnya harga jual buah sawit saat ini, imbas dari menurunnya harga CPO dunia,” pungkasnya.

Dijelaskan, bila produksi buah sawit meningkat dan antrian truck angkut sawit terus memanjang, bisa jadi antrian truck baru bisa masuk ke pabrik kelapa sawit pada esok harinya.

“Konsekuensinya, bila antrian truck angkut sawit sampai besok baru bisa masuk PMKS, maka buah sawit pun menyusut beratnya. Kalau hanya antri satu hari, susutnya sekitar 20-50 kilogram pertruck. Tapi, kalau antriannya sampai berhari-hari, dipastikan susut buah sawit pertruck mencapai ratusan kilogram,” ujar Ritonga.


(maulana syafii)-Medanbisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*