Pasca Penyerbuan Warga ke PT MAI, Polres Rohul Koodinasikan Pengamanan dengan Polisi Sumut

Polres Rohul tak mengerahkan anggota untuk menjaga lokasi penyerangan warga ke PT MAI. Hanya dilakukan koordinasi dengan kepolisian dari Sumut.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dikatakan Kepala Polres Rokan Hulu, Yudi Kurniawan SIK,M.Si, untuk mencegah aksi bentrok fisik terulang antara dua kubu masyarakat antar provinsi di areal sengketa perbatasan Riau-Sumatera Utara, Polres hanya tetap berkoordinasi dengan Polres Padang Lawas, Sumut.

“Kita tidak menurunkan personil areal konflik, sebab itu bukan wilayah Rokan Hulu. Namun upaya koordinasi dengan polres Palas tetap kita lakukan sejauh ini,” kata Kapolres, menjawab Riauterkini di Pasirpangaraian, Selasa (2/8/11).

Sebagai upaya pencegahan agar aksi tak terulang, kata Kapolres pihaknya sudah perintahkan Polsek Tambusai berkoordinasi dengan Unsur Pimpinan Kecamatan Tambusai untuk mencegah warga Batang Kumu agar turun ke lokasi konflik di wilayah perbatasan, yakni antara Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, dengan Desa Sei Korang, Kecamatan Huta Raja Tinggi Padang Lawas, Sumut.

“Kita sudah lakukan upaya pencegahan, namun aksi warga tak bisa dicegah dan masih berlanjut sampai sekarang. Kita tidak bisa berbuat banyak, sebab areal konflik masuk dalam wilayah Padang Lawas,” ujarnya.

Kapolres juga mengakui, terus lakukan koordinasi dengan Polres Padang Lawas. Sebab dalam kesepakatan Upika Tambusai dan Upika Huta Raja Tinggi, pasca tragedi 24 April 2010, masa Pak Adang Suherman, ditetapkan perbatasan antara Provinsi Riau-Sumut adalah parit gajah yang dibuat PT.Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Baca Juga :  Pemilukada Samosir, Oloan Simbolon ST Siap Dampingi Hatorangan Simarmata

Agar perihal ini tak terjadi, Polres Rokan Hulu masih lakukan penyelidikan di lapangan, dan terus berkoordinasi dengan Upika Tambusai. Jika perusahaan lakukan delik hukum, atau upaya hukum melalui Polres Padang Lawas, maka Polres Rokan Hulu akan ambil langkah proses hukum.

“Pada masa Pak Adang Suherman, Polisi sudah pernah turun ke lokasi, namun hanya sebatas parit gajah, perbatasan Riau-Sumut, sebab seberang parit sudah wilayah Padang Lawas,” terangnya.

Kuasa Hukum warga Desa Batang Kumu, M Nasir Sihotang SH, mengaku, konflik yang sudah terjadi sejak tahun 1998 lampau, belum sekali pun Polisi turun ke wilayah konflik yang sesuai data Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) tahun 1977 lampau, seluas 5808 hektare.

Diakuinya, Polisi hanya turun hingga perkampungan warga, pasca bentrok 24 April 2010. Sehingga ratusan warga Batang Kumu gelar demo di Mapolres Rokan Hulu pada masa AKBP Drs Adang Suherman.

Dalam demonya, masyarakat mendesak Polisi untuk mengungkap atas aksi pembakaran 40 rumah warga di areal konflik yang disertai penjarahan harta benda dan intimidasi, namun perihal tersebut tak dilakukan sampai sekarang. Sebab, akibat pengusiran tersebut, puluhan kepala keluarga warga Batang Kumu terpaksa mengungsi ke daerah lain yang jauh dari areal konflik. “Sejauh ini, kami juga belum melihat ada Polisi turun ke wilayah konflik,” katanya.

Baca Juga :  Kota Resor Dengan Konsep Waterfront Di Asia 'TREASURE BAY' Akan dibuka Pada Kuartal 4 Tahun 2014

M Nasir menambahkan, PT.MAI diperkirakan sudah serobot tanah Riau sekitar 5 KM wilayah perbatasan Batang Kumu Tambusai-Padang Lawas atau seluas 5808 ha.

Namun Bupati Achmad, melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rokan Hulu, hanya mengadukan 350 ha tanah Rokan Hulu yang diserobot perusahaan milik H Maslin Batubara ke Polda Riau, dengan nomor laporan 522/um-Dishutbun/640, tertanggal 22 November 2010, perihal Rekontruksi Tapal Batas Provinsi Riau-Sumut. Namun sampai sekarang belum diketahui hasilnya.

“Kita berharap Polisi untuk turun ke lokasi, sehingga tahu tata batas Riau-Sumut, jangan asal bilang itu wilayah Padang Lawas. Sebab, sejauh ini mereka belum sekali pun turun ke lokasi konflik,” ungkapnya.***(zal)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*