Pasca WikiLeaks, Presiden Dikabarkan Tak Sehat

TEMPO Interaktif, Jakarta – Setelah pemberitaan dua koran Australia The Age dan Sidney Morning Herald yang mengutip bocoran WikiLeaks, kondisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan kurang sehat. Hari ini, Jumat 11 Maret 2011, Presiden juga dikabarkan tidak mengikuti salat Jumat seperti biasanya yang digelar di Masjid Baitul Rahi, Komplek Istana Kepresidenan.

Meski begitu, Presiden pagi tadi sempat menerima delegasi Tun Musa Hitam, Utusan Khusus Perdana Menteri Malaysia dan Ketua World Islamic Economic Forum (WIEF) di Kantor Presiden. Presiden, bahkan terlihat berjalan dari Istana Negara menuju kantor Presiden dan berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Ditemui terpisah, Sudi Silalahi membenarkan kondisi Presiden. ” Ya, Presiden kurang sehat,” kata Sudi, Jumat (11/3).

Menurut Sudi,  kesehatan Presiden sedang kurang baik. Apalagi, kegiatan Presiden selama beberapa pekan terakhir sangat padat dan tanpa istirahat sehingga mempengaruhi kesehatannya. “Kadang-kadang kita pahami bagaimana kegiatan enggak ada istirahatnya hanya kita abdikan untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” katanya.

Seperti diberitakan, berita utama kedua koran itu mengutip bocoran Wikileaks yang secara eksklusif menceritakan penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Yudhoyono.

Dalam berita itu, disebutkan Yudhoyono, menurut sumber-sumber diplomat Amerika Serikat di Indonesia pada Desember 2004 memerintahkan Hendarman Supandji, waktu itu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus untuk menghentikan penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Taufiq Kiemas, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat yang juga suami mantan presiden Megawati.
Berita juga menyebut keluarga Yudhoyono, khususnya Ibu Negara memanfaatkan posisi politiknya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Menurut Sudi, Presiden terpukul dengan pemberitaan itu. Begitu membaca koran itu, Presiden,  langsung mengurut dada.  “Nauzubillah Min Dzalik, itu tidak kita lakukan, tapi itu dikatakan kita lakukan,” kata Sudi mengutip perkataan Presiden.
Ibu Negara, Kristiani Herawati juga menangis mendengar kabar itu karena tidak ada secuil yang dituduhkan itu benar.

Sudi mengatakan Ibu negara secara transparan kegiatan itu dilakukan, mulai dari kegiatan pendidikan, sosial, penghijauan dan lingkungan hidup. “Itu yang dilakukan beliau dan transparan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ajakan ramaikan sosial media untuk tidak golput
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*