Pascapenangkapan Ketua DPC Demokrat, Polisi Tangkap Pasutri

Padangsidimpuan, Dua hari pascapenangkapan Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel SS atas kasus dugaan pemalsuan akte tanah, polisi menangkap tersangka lainnya yaitu pasangan suami istri (pasutri) AHL dan SK di Kecamatan Muarabatangtoru Kabupaten Tapsel, Kamis (1/1).

Informasi dihimpun Analisa, pasutri yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu selanjutnya diterbangkan ke Mapoldasu melalui Bandara Pinangsori Tapanuli Tengah (Tapteng) di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Atas ditangkapnya pasutri itu berarti sudah tiga tersangka yang diamankan Poldasu bersama Polres Tapsel dalam kasus dugaan pemalsuan akta tanah seluas 400 hektare di Muara Opu Kecamatan Muarabatangtoru Kabupaten Tapsel tersebut.

Kapolres Tapsel AKBP Parluatan Siregar membenarkan penangkapan pasutri terkait kasus pemalsuan akta tanah di Muarabatangtoru Tapsel itu.

”Tersangka yang merupakan pasutri itu sudah terbangkan ke Mapoldasu melalui Bandara Pinang Siori,” ungkapnya.

Terkait Praperadilan terhadap Polres Tapsel di Pengadilan Negari P.Sidimpuan yang dimenangkan SS beberapa waktu lalu, Kapolres mengatakan jika terbukti adanya pemalsuan surat akta tanah tersebut, Polres Tapsel akan mengajukan PK ke Pengadilan. ”Kalau terbukti pemalsuan akta tanah itu, kita akan ajukan PK,” jelas Parluatan.

Sebelumnya, Poldasu telah memeriksa 15 saksi yang disebutkan dalam akta dan tiga saksi dari terlapor maupun pelapor. Dalam pemeriksaan, para saksi mengaku tidak tahu menahu soal penjualan tanah tersebut, sehingga kemungkinan nama mereka dicatut oleh SS.

Baca Juga :  Seputar Motto Belum Diganti, Pemko Psp Dinilai Bohongi Publik

Di sisi lain, tersangka SS mengaku membeli lahan itu pada 2008 melalui adik pelapor Imran Lubis, yaitu Hasim Lubis dengan bukti 40 akta pelepasan lahan. Meski di beberapa dokumen terlihat sejumlah kejanggalan semisal alamat yang tidak sesuai. (hih)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*