Pasien Diare Paluta Bertambah

(Analisa/Istimewa) Lemas: Fikri Aldin Siregar kelas 2 SD Warga Batang Onang Baru, Kecamatan Batang Onang Lemas tak berdaya saat di jaga ibunya Suminar Simamora di Puskesmas Pasar Matanggor, Minggu (1/6). Kasus diare di daerah ini terus merebak dan belum tuntas.

Paluta, (Analisa). Jumlah pasien penderita diare di Kecamatan Batang Onang dan Kecamatan Hulu Sihapas semakin hari semakin bertambah. Warga semakin resah dan pasrah yang menimpa keluarga mereka.

Pantauan wartawan, Minggu (1/6) puluhan warga yang terdiri dari anak dan orang dewasa terlihat masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang dengan penyakit yang sama.

Seorang pasien atas nama Tiorman Siagian (63) warga Desa Simardona, Kecamatan Batang Onang, yang dirawat di puskesmas sejak Minggu (1/6) pagi mengaku, tidak tahu apa penyebab utama dari penyakit diare yang dialaminya.

Pada hari, Sabtu (31/5) lalu, dia masih sehat dan bekerja di kebun seperti biasanya, namun saat ia bekerja, ia sempat basah terkena hujan yang turun pada hari itu juga. Selanjutnya malam harinya sekitar pukul 23.30 Wib tiba­tiba ia merasa perutnya mual dan ingin buang air besar yang disertai perasaan ingin muntah.

“Hari Sabtu sore saya masih bekerja di kebun seperti biasa, saya sempat terkena hujan, malamnya tiba-tiba perut saya terasa mual dan ingin buang air besar, dan semalaman saya terus ­ terusan mencret dan muntah hingga paginya saya dibawa ke puskesmas,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/6).

Seingatnya dia tidak memakan makanan yang lain dari biasanya. Ia juga minum air yang sudah dimasak serta ia juga menambahkan bahwa sepertinya penyakit diare ini menular sebab sebelumnya di lingkungan rumah mereka juga sudah ada yang terkena diare sekitar 10 orang.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi PS Sidimpuan - Kepala Bappeda & Sekwan Ditahan

Selain itu, salah seorang cucunya juga terkena diare saat merawatnya di rumah, namun cucunya tersebut tidak separah dirinya serta tidak sempat dirawat di puskesmas.

Senada juga disampaikan Fikri Aldin Siregar kelas 2 SD warga Batang Onang Baru, Kecamatan Batang Onang juga merasakan hal yang sama, pada awalnya dirinya merasa muntah ­ muntah dan beberapa jam kemudian mengalami mencret. Suminar Simamora Ibu Fikri Aldin menambahkan, anaknya dirawat di Puskesmas Pasar Matanggopr sejak Sabtu (31/5) lalu sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Atasi Segera

Sejak hari Sabtu hingga Minggu (1/6) anaknya itu sudah menghabiskan 7 botol infus. Suminar Simamora berharap agar pihak Pemkab Paluta dapat secepatnya mengatasi KLB diare ini agar tidak menimpa warga lainnya serta ia juga menyarankan agar pihak Dinkes Paluta melalui Puskesmas Batang Onang agar lebih pro aktif dalam penyuluhan yang dinilai selama ini masih kurang dalam hal penyuluhan terhadap masyarakat tentang prilaku hidup bersih dan sehat.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan diketahui dari warga sekitar bahwa sejak Jumat (30/5) lalu, sudah ada sekitar 140 orang yang datang berobat ke puskesmas karena terkena penyakit diare.

Terpisah Kapus Aek Godang Nurhalijah Tambunan mengatakan, jumlah pasien yang datang berobat di Puskesmas Aek Godang sebanyak 4 orang dimana sebelumnya jumlah pasien yang sudah terdata terkena wabah diare sebanyak 28 orang.

Sesuai data dari Dinkes Paluta hingga tanggal 29 Mei 2014, sebanyak 79 orang penderita diare di Puskesmas Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang, yang terdiri dari 33 orang laki ­ laki dan 46 orang perempuan dengan pasien rawat jalan 33 orang, pasien rawat inap 28 orang, pasien yang dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan 16 orang dan 2 orang meninggal dunia serta dari 32 desa yang ada di Kecamatan Batang Onang, sudah 18 desa yang terkena wabah penyakit diare.

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Tes CPNS Padangsidimpuan Th 2009

Sedangkan untuk Puskesmas Aek Godang, Kecamatan Hulu Sihapas, telah tercatat 29 penderita diare yang terdiri dari 11 laki ­ laki dan 18 perempuan dengan pasien rawat jalan 17 orang, pasien rawat inap 4 orang, pasien dirujuk ke RSUD Padang Sidimpuan 7 orang dan 2 orang dirujuk ke RS Swasta Inanta Padang Sidimpuan serta dari 10 desa di Kecamatan Hulu Sihapas, sudah 4 desa yang terkena wabah penyakit diare. (ong)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*