Pasokan Beras Kurang

SIPIROK- Sebulan terakhir harga berbagai jenis beras di wilayah Kecamatan Sipirok sekitarnnya menunjukkan meningkat antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per kaleng. Kenaikan diakibatkan pasokan yang kurang.

 

Beberapa pengumpul dan pedagang beras di Pasar Sipirok, Tapsel kepada METRO Senin (13/2) mengatakan, sebulan terakhir pasokan beras dari petani jauh berkurang, karenanya harga terus menunjukkan angka kenaikan.

“Sebulan terakhir harga beras terus naik yang diakibatkan pasokan semakin berkurang. Akibatnya, banyak toke dari lokal dan luar daerah yang membutuhkan beras, tidak bisa lagi terpenuhi. Saat ini kita hanya bisa mengumpulkan beras untuk diecer saja,” kata K Siregar (47) salah seorang pedagang beras.

Dikatakannnya, rata-rata kenaikan harga mencapai Rp15.000 per kalengnya (1 kaleng 16 kg) bahkan seminggu terakhir khusus jenis silatihan mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sehingga masih berfikir untuk membelinya.

“Seminggu ini, harga beras Silatihan mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yakni Rp150.000 per kalengnya. Padahal, sebulan terakhir kita mengecer dengan harga itu, makanya kita tak bisa membelinya saat ini,” katanya.

Pedagang lainnnya mengatakan, kondisi ini memang kerab terjadi setiap tahunnya karena harga dan pasokan beras yang keluar dari warga masih tergantung musim panen.

“Karena musim panen di wilayah ini serenpak, jadi musim itu sangat memperangaruhi harga beras. Dan ketika musim panen, banyak petani yang mengeluarkan beras dan ketika musim tanam seperti sekarang ini yang menjual beras menjadi berkurang yang memperangaruhi harga,” kata mereka.

Baca Juga :  PT DVP Diduga Aniaya Hak Karyawan

Keterangan yang diperoleh awak koran ini dari pengumpul dan pedagang beras di Pasar Sipirok, harga beras mengalami kenaikan yakni Silatihan dari Rp125.000 menjadi Rp140.000-Rp150.000, jenis Siporang dari Rp120.000 menjadi Rp130.000, Sicondong dari Rp110.000 Rp120.000 dan si Bandung dari Rp100.000 menjadi Rp110.000 per kaleng.

“Harga ini adalah harga beli dari masyarakat, sedangkan harga jual  eceran rata-rata naik Rp10.000 dari harga belinya.” sambung Siregar yang mengaku setiap minggu mengumpulkan beras sebanyak 150 kaleng, padahal sebelumnya bisa mengumpulkan lebih dari 250 kaleng. (ran/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*