Pasokan Listrik Sumut Makin ‘Babak Belur’

MEDAN – Pengurangan pasokan solar yang dilakukan PT Pertamina terhadap PT PLN, merugikan Sumatera Utara.

Krisis listrik yang tak kunjung usai di Sumut akan diperparah dengan pembengkakan defisit daya.

General Manager PLN Pembangkitan Sumbagut Bernadus Sudarmanta menuturkan, jika rerata defisit daya pada saat beban puncak di Sumut mencapai 300 MW, maka sejak kemarin defisit melebar hingga 345 MW.

“Tadi malam sudah 45 MW pembangkit tidak beroperasi karena tidak ada solar. Hari ini kami memproyeksikan mencapai 90 MW yang tidak operasi,” ujar Bernadus, Kamis (7/8/2014).

Sebagai gambaran, beban puncak di Sumut saat ini telah mencapai hampir 1.800 MW, sementara pasokan listrik maksimal 1.500 MW.

Pembangkit listrik di Sumut sangat bergantung pada solar.

Bernadus menjelaskan, dari total produksi umum per hari 1.400 MW, sebanyak 1.200 MW berasal dari pembangkit yang menggunakan solar.

Oleh karena itu, pemangkasan solar oleh Pertamina sangat terasa dampaknya.

Lebih lanjut, Bernadus menyebutkan, jika Pertamina dan PLN tak juga menyepakati penyelesaian pada hari ini, maka pemadaman bergilir yang dilakukan di Sumut akan lebih panjang.

“Kami menunggu keputusan hari ini. Harus ada, karena stok bahan bakar kami hanya untuk beberapa hari lagi. Untuk pembangkit di Belawan hanya tinggal untuk 1 minggu. Unit pembangkit kecil hanya untuk 2 hari,” tambahnya.

Sebelumnya, perwakilan serikat pekerja PLN Sumbagut Abrar Ali memerinci, pada kondisi normal pasokan per bulan untuk PLN Sumut yakni solar high diesel (HSD) 165.125 KL, sementara untuk marine fuel oil (MFO) sekilar 51.450 KL.

Baca Juga :  103 Tahun Gugurnya Sisingamangaraja XII Diperingati

Abrar menjelaskan, saat ini pembangkit listrik di Sumut didominasi pembangkit thermal yang beroperasi menggunakan solar dan MFO.

“Yang berbahan bakar alternatif seperti batubara itu hanya di PLTU Labuhan Angin, Nagan Raya, dan beberapa lainnya,” tutur Abrar.

Untuk mengantisipasi pemadaman yang lebih panjang, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho pun mempertemukan PLN Pembangkitan Sumbagut dengan Pertamina Regional I pada hari ini.

Gatot berharap pemerintah pusat segera menengahi permasalahan ini dan mementingkan kepentingan rakyat, terutama Sumut.

Industrial Fuel Marketing Manager Region I Pertamina Nur Muhammad Zain menuturkan perundingan antara kedua belah pihak sudah buntu sejak 2012. Adapun, kerugian yang terus membesar, mau tak mau ditindaklanjuti dengan pemangkasan pasokan ke PLN.

Sebelum pemangkasan, Pertamina Regional I secara berkala memasok solar untuk PLTG Belawan sekitar 1.000 KL per hari dan sekitar 500 KL untuk PLTG kecil di seluruh Sumut.

“Hal yang sama tidak hanya terjadi di Sumut, tapi di seluruh Indonesia,” ujarnya Nur.

/Bisnis.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*