Patrialis Di Tangkap Tangan KPK, Ketua MK Mohon Maaf

Ketua MK Arief Hidayat di Istana. ©2016 Merdeka.com/titin
patrialis diciduk kpk ketua mk mohon ampun ke allah bangsa ri Patrialis Di Tangkap Tangan KPK, Ketua MK Mohon Maaf
Ketua MK Arief Hidayat di Istana. ©2016 Merdeka.com/titin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yakni Patrialis Akbar. Ketua MK Arief Hidayat pun langsung meminta maaf lantaran tak bisa memegang amanah sebagai pimpinan.

“Yang bisa saya komentar begini, Ya Allah saya mohon ampun saya tidak bisa menjaga MK ini dengan sebaik-baiknya,” kata Arief di Kantor MK, Jakarta, Kamis (26/1).

Arief mengaku belum bisa berkomentar banyak lantaran harus rapat terlebih dahulu dengan hakim MK yang lain. “Saya akan rapat dulu RPH dan nanti setelah rapat saya akan bicara, Karena saya, apa yang saya lakukan harus sesuai dengan prinsip hakim,” ujarnya.

Meski pun itu dilakukan oleh salah satu anggotanya, sebagai ketua MK dia meminta maaf kepada bangsa Indonesia karena lembaga peradilan tertinggi negara justru kembali melakukan kesalahan.

“Saya mohon ampun kepada Allah dan saya mohon maaf lagi kepada bangsa ini Mahkamah telah melakukan kesalahan lagi meskipun itu dilakukan secara personal dan lembaga ini jadi tercoreng,” ungkap Arief dengan nada rendah.

Meski demikian, Arief mengaku pernyataannya tersebut tak mengartikan dirinya akan mengundurkan diri. Sebab untuk sampai pada level tersebut membutuhkan proses yang panjang.

“Belum, belum. Saya mengundurkan diri juga kan harus lapor yang memilih saya,” ujar Arief.

Dia juga mengaku belum melaporkan peristiwa ini kepada Presiden Jokowi. “Belum (lapor ke Presiden) belum,” singkatnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  KPK..., Dulu Cicak, Kini Kura-kura

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*