PBNU: 1 Syawal 1431 H Jatuh Pada 10 September

ketupat lebaran

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah menetapkan 1 Syawal 1431 H jatuh pada hari Jumat (10/9) mendatang. Hal ini didapat setelah tim Ru’yatul Hilal Lajnah Falakiyah tidak berhasil melihat bulan di berbagai lokasi.

“Berpijak dari hasil tim ru’yah Lajnah Falakiyah PBNU tersebut maka kami kabarkan kepada warga Nahdlatul Ulama agar menyempurnakan puasa Ramadhan selama 30 hari (istikmal) dan salat Idul Fitri pada hari Jumat (10/9/10),” kata Ketua Kominfo dan Publikasi PBNU, HM Sulthan Fatoni dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Rabu (8/9/2010).

Sulthan menambahkan, istikmal (puasa 30 hari) dipilih berdasarkan ketidakberhasilan melihat bulan pada petang tadi dan pendapat mazahibul arba’ah (empat mazhab). Informasi kepastian waktu salat Idul Fitri ini penting bagi PBNU sebagai bagian dari tugas ulama membimbing umat Islam agar beribadah dengan baik dan benar.

“Substansinya adalah NU mengabarkan Ramadhan tahun ini selama 30 hari dan Salat Idul Fitri 1431 H jatuh pada hari Jumat ditetapkan berdasarkan ru’yatul hilal bil fi’li, bukan berdasarkan hisab,” jelasnya.

PBNU berharap pemerintah mau untuk melarang sekelompok orang yang lebih dulu menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal tidak berdasarkan ru’yatul hilal bil fi’li.

“Metode hisab untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal baru diperbolehkan oleh Imam Muththarif, guru Imam Bukhari. Dan Muktamar NU 1954 pun berpendapat kalau pun ada yang mengumumkan ketetapan Ramadhan/Syawal berdasarkan hisab sebelum ada ketetapan Pemerintah maka itu tidak boleh. NU mengharap kepada Pemerintah supaya melarangnya,” Katanya mengutip hasil Muktamar NU pada masa Orde Lama.

Baca Juga :  Perusahaan Wajib Bayar THR H-7 Sebelum Idulfitri

(mok/mok)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/09/021800/1438298/10/pbnu-1-syawal-1431-h-jatuh-pada-10-september?991101605

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*