PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan Sulit Berkembang

Konsultan BPPSPAM dari Kementerian PU Tupah Ramdani (kanan) bersama Dirut PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan Husni Thamrin Nasution (kiri) sedang melihat kondisi sumber air PDAM Tirta Ayumi di Desa Simatohir Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. – (SIB/Sarliman Manurung/ r)

MedanBisnis – P Sidimpuan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ayumi, Padangsidimpuan, semakin sulit mengembangkan usahanya. Hal itu terjadi karena kurangnya dukungan pemerintah dan masyarakat. Disebut Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan sebagai pemilik PDAM Tirta Ayumi terkesan membiarkan perusahan pemasok air bersih ke rumah penduduk di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua dan Padangsidimpuan Tenggara. PDAM Tirta Ayumi berjalan sendiri dan mencari dana sendiri untuk memperluas dan memperbanyak jaringan sambungan air ke pelanggan. Kalaupun ada bantuan dana dari APBD Pemko Padangsidimpuan jumlahnya jauh dari cukup bila dibandingkan dengan anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha PDAM Tirta Ayumi hingga mampu mencukupi permintaan pelanggan baru.

Hal itu terungkap dalam perbincangan dengan Direktur PDAM Tirta Ayumi Padangsidimpuan Husni Thamrin Nasution ST usai pelaksanaan workshop karyawan PDAM Tirta Ayumi di kantornya, Jalan Raja Inal Siregar (eks Jalan SM Raja), Batunaduam Padangsidimpuan, Senin (8/6).

Workshop tersebut dibimbing Konsultan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Ir Yuliani. Dijelaskan Thamrin pihaknya saat ini membutuhkan miliaran rupiah dana untuk memperbesar bak penampungan air pada sumber mata air di dua kecamatan tersebut, membangun reservoar, instalasi, meteran, meteran baru dan pipa saluran air ke pelanggan.

Baca Juga :  Masyarakat Wajib Miliki Akta Kelahiran

“Satu-satunya harapan adalah bantuan dana pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Bila tidak, perusahaan tidak akan pernah berkembang dan akan selalu sakit,” cetusnya.

Dengan kondisi pelanggan yang baru berjumlah 1.018, sebut Thamrin perusahaan tidak mungkin berkembang bahkan akan semakin terpuruk. Sejatinya kata Thamrin perusahaan tergolong sehat minimal memiliki jumlah pelanggan 3.000 lebih. “Dengan kondisi jumlah pelanggan seperti ini gaji karwan saja sulit terbayarkan serentak,” katanya.

Namun demikian kata dia, pihaknya tidak pernah menyerah menghadapi persoalan pelik ini dan akan terus berjuang mendekati pemerintah pusat dan provinsi supaya mendapatkan bantuan dana mengembangkan perusahaan.

“Kita juga serius membenahi manajemen perusahaan supaya berjalan lebih baik. Salah satunya mendatangkan konsultan dari BPPSPAM memberikan workshop kepada karyawan sehingga SDM karyawan makin bagus,” tuturnya.

Yuliani menambahkan tak hanya dukungan pemerintah yang dibutuhkan, dukungan masyarakat (pelanggan) juga sangat menentukan maju mundurnya perusahaan. Sebab, menurut laporan yang diterimanya dari pihak manajemen banyak sekali pelanggan menunggak sehingga kondisi keuangan tidak sehat.

“Satu-satunya sumber keuangan perusahaan adalah dari tagihan rekening pelanggan, apabila hal itu menunggak bisa-bisa perusahaan bangkrut dan terancam tutup,” jelasnya.


IKHWAN NASUTION – MEDANBISNIS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  THR Buruh di Tapsel Wajib Di Bayarkan

2 Komentar

  1. sy mau tanya kpd bapak/ibu yg bekerja di PDAM, belakangan ini air sering mati, bahkan pernah sampai 4 hr 4 mlm air mati, tapi kenapa ya tagihan air sy sampai 225.000 ?????
    memang sy blm byr 2 bln, tp biasa ny tiap bln tagihan air sy di bawah 50.000. terang saja sy idak mau membayar. krn sy merasa ini dtk wajar. tolong bapak/ibu pdam bisa menjelaskan masalah tagihan sy.

  2. Kpd yth bapak dirut pdam tirta ayumi padangsidempuan.. Tolong di perlancar pasokan air di batunadua jae,gg.salak permai 4. Sudah 3 hari ini air selalu mati,dan walau pun sudah hidup tetapi aliran sangat kecil. Sehingga tidak memungkinkan untuk mencuci pakaian. Saya seorang ibu rumah tangga yg memiliki 3 org anak yg masih berusia prasekolah,yg mengharuskan saya untuk tiap hari mencuci pakaian. Dan sudah 3 hari saya tidak bisa mencuci. Tolong alirkan air ke tempat kami pak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*