Pedagang Asal Padangsidimpuan Dirampok di Bukittinggi

Illustrasi (google)

PERAMPOK bersenjata api beraksi di Bukittinggi, Sumbar. Korbannya adalah seorang pedagang asal Padangsidimpuan. Namanya Dumaria Batubara alias Mak Santi, 51. Perampok hanya berhasil membawa kabur uang senilai Rp200 ribu rupiah dan satu buah ponsel merek Nokia.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, Rabu (9/2). Saat itu Mak Santi baru saja datang dari Padangsidimpuan, menumpang travel langganannya. Mak Santi datang ke Bukittinggi untuk berbelanja barang dagangannya guna dijual lagi di Padangsidimpuan. Pada subuh itu, Mak Santi berjalan bersama rekannya Deliwati Siregar, 39, menuju Mushalla Al-Munawarah di Jl, Bonjo Baru, belakang pasar Aurkuning. Keduanya bermaksud menunaikan Shalat Subuh.

Tiba-tiba dari belakang muncul sebuah sepeda motor memepet keduanya. Motor itu ditumpangi tiga orang. Dua dari tiga pelaku turun dan mendekati korban seraya berkata, “Jangan main-main, serahkan tasnya!”

“Semula saya menduga hanya anak-anak kedai tempat saya sering belanja. Mereka bercanda. Rupanya tidak. Saya belanja ke Bukittinggi sekali dalam seminggu. Sudah 25 tahun lebih saya selalu bolak-balik Bukittinggi-Padangsidimpuan. Baru kini saya menghadapi peristiwa tak terduga ini,” terang Mak Santi.

Mak Santi mengaku ketakutan ketika melihat salah seorang di antara gerombolan itu menodongkan pistol. Lebih takut lagi tatkala dia melepaskan tembakan ke atas. Mendengar ada suara tembakan, terangnya, orang berhamburan ke TKP. Waktu itu, mereka kembali melepaskan gtembakan ke arah Mak Santi. Untung meleset. Peluru menghantam bagian
belakang travel jenis Kijang Inova.

Baca Juga :  Percandian Padanglawas

Masih menurut Mak Santi, selang beberapa saat kemudian, perampok itu meninggalkan Mak Santi dengan jengkel. Sementara teman Mak Santi, Deliwati Siregar terjatuh ke jalan karena ketakutan.

Merasa tidak puas karena tak mendapatkan hasil, ditambah lagi warga sekitar semakin ramai datang ke TKP, dua perampok berjalan sekitar dua meter, namun tiba-tiba datang kembali ke dekat Mak Santi dan menarik
tas yang terkalung di leher. “Sempat terjadi tarik-menarik tas itu dengan salah seorang perampok, namun karena isi tas seberapa, akhirnya tas saya lepaskan. Setelah itu mereka kabur menaiki sepeda motor dan meninggalkan kami yang sedang ketakutan,” terangnya.

Mendapat laporan terjadinya perampokan, polisi segera turun ke TKP. Satu unit toyota kijang jenis Inova (travel) yang terparkir dekat TKP dengan nomor polisi BK 1402 GS menjadi sasaran peluru nyasar. Dinding bagian belakang tembus peluru hingga mengenai jok belakang. Jarak pelaku melepas tembakan dengan mobil tersebut hanya sekitar tiga meter. Satu proyektil peluru yang bersarang di dalam mobil nyaris saja mengenai sopir travekl yang sedang istirahat dalam mobil tersebut.

Habib, 37, sopir Inova travel itu mengaku tertidur saat kejadian, sebab sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan
Padangsidimpuan-Bukittinggi. Habib mengaku, perampok itu bukanlah penumpangnya.

Kapolresta Bukittinggi AKBP Wisnu Andayana melalui Kapolsekta AKP Hendrta Restuadi mengatakan, peristiwa itu sudah ditangani anggotanya. Tim Labfor juga sudah turun ke TKP untuk melakukan olah TKP. (Musriadi Musanif, Harian Umum Singgalang)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Banyak Jalan Berlobang di Sidimpuan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*