Pedagang Dilarang Jual Barang Kedaluwarsa

Tim Pemkab Paluta saat menggelar razia di Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (25/6) lalu. (Asmar)

PALUTA – Pemerintah Kabupaten Paluta mengimbau pedagang agar tidak menjual barang dagangan yang sudah kedaluwarsa karena dapat merugikan dan membahayakan masyarakat pembeli.

Hal ini dikatakan Plt Sekdakab Paluta Tongku Palit Hasibuan SE Ak Msi melalui Kabag Ekbang Hamdan Sukri Siregar MM, Jumat (27/6) di kantornya. Menurutnya, imbauan ini dikeluarkan setelah tim gabungan dari Pemkab Paluta melakukan monitoring dan razia langsung ke kios-kios para pedagang yang berada di Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.

“Diimbau kepada seluruh pedagang yang ada di daerah Paluta untuk tidak menjual barang yang sudah tidak layak konsumsi atau sudah kedaluwarsa karena bisa membahayakan bagi masyarakat konsumen,” ujar Hamdan.

Lanjutnya, apabila nanti masih ada pedagang yang ditemukan masih menjual barang yang sudah kedaluwarsa, maka pihak Pemkab Paluta akan melakukan penindakan tegas terhadap pedagang terkait sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, Hamdan juga mengatakan agar masyarakat Paluta lebih berhati-hati dan teliti sebelum membeli kebutuhan berupa barang makanan ataupun minuman apalagi menjelang bulan suci Ramadan, banyak pihak-pihak tertentu yang sengaja mencampur baur barang yang baru dengan barang yang sudah tidak layak konsumsi.

“Masyarakat pun harus hati-hati dan lebih teliti saat hendak membeli kebutuhan makanan maupun minuman dengan melihat kode produksi terlebih dahulu,” tambahnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Puasa Cuaca Palas Panas

Sebelumnya, Pemkab Paluta membentuk tim gabungan untuk melakukan monitoring dan razia ke sejumlah kios-kios di Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Dan menemukan sejumlah makanan dan minuman berbagai merk dan jenis yang sudah kedaluwarsa dan masih bebas diperjualbelikan. (mag-02)/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*