Pedagang Kaki Lima di Pasar Sipirok Akan Direlokasi

AKAN DIRELOKASI- Para pedagang kaki lima menggelar dagangannya di lapangan bekas Pasar Lama Sipirok, Jalan Simangambat. Terhitung Tanggal 1 Mei, para pedagang ini akan direlokasi ke Jalan Passanggarahan. (Amran)

TAPSEL – Pada hari pekan atau Kamis (24/4), kawasan Jalan Pasanggarahan, Sipirok, masih saja dipenuhi pedagang kakli lima. Parahnya, para pedagang kini mulai merembet ke pinggir Jalan Simangambat tepat di depan kantor pos dan lapangan bekas Pasar Lama.

Padahal menurut sejumlah warga sebelumnya, padatnya pedagang di Jalan Pasanggarahan itu mempersulit mereka untuk masuk ke beberapa perkantoran yang ada di sana. Seperti Kantor Lurah Pasar Sipirok, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri dan Markas Koramil.

Namun kenyataannya hingga kemarin, pedagang malah bertambah dan merembet ke Jalan Simangambat atau tepat di depan Kantor Pos dan lapangan bekas Pasar Lama.

Kondisi ini menimbulkan kesan Pasar Sipirok kurang tertata dengan baik, bahkan menimbulkan kesan semrawut. Ironisnya, beberapa kios dalam Pasar baru masih tampak kosong dan terkunci.

[iklan size=’kiri’]Kepala UPT 1 Pasar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tapsel Yahya Simatupang mengatakan, untuk mengatasi hal ini, pihaknya sudah membuat surat pemberitahuan atau sosialisasi, terutama kepada pedagang di eks pasar lama dan pedagang trotoar jalan Simangambat.

“Mulai Kamis (1/5) mendatang, para pedagang akan direlokasi ke Jalan Pasanggarahan dan sekitarnya. Itulah tahapan yang kita buat,” katanya.

Baca Juga :  Jadwal Kampanye Dimajukan 25 Juli

Dia menambahkan, para pedagang kaki lima ini nantinya akan dipindah ke kawasan yang lokasinya 300 meter ke arah Mess Pemprovsu.

Sementara beberapa pedagang yang berjualan di Jalan Passanggarahan dan Simangambat, mengaku bertahan di lokasi karena lebih mudah mendapatkan pelanggan di sana. Mereka juga kerap membayar retribusi kepada petugas.

“Kami pun memberikan retribusi dek, untuk uang sampah dan lapangan,” kata salah seorang di antara pedagang.

Seorang pemerhati Pasar Sipirok, Adbul Jalil (65) , mengatakan bahwa dari dulu suasana pedagang di pinggiran jalan sudah ada. Hal ini diakibatkan oleh kondisi dan jumlah pedagang sudah sangat banyak. Bahkan kehadiran pasar baru seolah tidak mampu mengatasi masalah yang ada selama ini. Itu juga karena pemerintah tidak menyediakan tempat bagi para pedagang kecil yang sifatnya musiman.

“Ya, akhirnya pedagang kecil-kecilan muncul dan menggelar dagangannya di pinggir jalan. Terkadang mereka hanya berjualan sayur, buah dan alasannya cuma mau mencari rejeki,” sebutnya. (ran) (Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*