Pedagang Keluhkan Pelayanan PT ATC – Kios di Pasar Sangkumpal Bonang Sering Dibobol Maling

Suasana di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan, belum lama ini. (Dok)

SIDIMPUAN – Para pedagang telah membayar uang keamanan secara rutin dalam setiap bulan kepada pengelola Pasar Sangkumpal Bonang, namun masih saja ada kios di lantai dasar (basement) Pasar Sangkumpal Bonang, dibobol maling.

“Kita sudah resmi membayar uang keamanan setiap bulan, tapi tak kunjung ada tanggungjawab pihak ATC apabila terjadi kebongkaran. Bahkan, dalam setiap bulan ada dua pedagang yang menimpa kemalingan di lantai dasar ini. Makanya kita menuntut pihak pengelola terhadap uang bulanan yang dikeluarkan para pedagang,” ujar Ketua Himpunan Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang Rahmat Dalimunte melalui Sekretaris Hasahat Siregar, Jumat (5/12).

Ia menjelaskan, pada dasarnya, kekecewaan pedagang Pasar Sangkumpal Bonang memuncak akibat tidak pernahnya tuntas permasalahan tuntutan para pedagang kepada Pemerintah Kota Psp, baik itu masalah uang bulanan maupun tentang kontrak kerjasama pengelolaan pasar. Sehingga para pedagang terus menuntut haknya hingga tuntutan tersebut dapat direalisasi.

“Banyak permasalahan yang kami tuntut, tapi keinginan kami sebenarnya listrik itu dapat dikelola oleh pedagang atau tidak lagi melalui pengelola (PT ATC). Bayangkan saja, pedagang yang ukuran kiosnya hanya 2 kali 2 meter biaya listrik bisa mencapai Rp300 ribuan. Padahal listrik yang digunakan tidak seberapa, bahkan ada yang membayar uang listrik sekitar Rp400 ribu ke atas per bulan,” katanya.

Baca Juga :  Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Madina Berbulan di Jawa

Kemudian, keamanan pasar diperketat dan diberikan tanggungjawab apabila ada terjadi kebongkaran. Sebab, pedagang sudah mengeluarkan biaya keamanan dalam setiap bulan sehingga pedagang berhak menuntut tanggungjawab apabila ada terjadi kebongkaran.

“Beberapa waktu lalu ada terjadi kebongkaran, kemudian pedagang meminta tanggungjawab kepada pihak pengelola. Tapi, mereka malah menjawab untuk memperketat kunci tempat dagangan tersebut. Bagaimana kami tidak menuntut, sementara mereka tidak mau peduli apabila pedagang kehilangan barang dagangan,” katanya.

Sama halnya dengan M Yakup, ia mengungkapkan agar pemerintah serius menuntaskan permasalahan tuntutan Himpinan Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang. Sehingga para pedagang tidak resah dengan tuntutan yang harus dipenuhi kepada pedagang, karena tuntutan pedagang tidak pernah direspon.

“Berapa tahun lagi kita menunggu supaya permasalahan ini dapat dituntaskan, dari dulu sampai sekarang masih itu yang kami tuntut. Supaya pedagang tidak terlalu disulitkan dengan permintaan-permintaan pengelola Pasar Sangkumpal Bonang (PT ATC),” jelasnya. (bsl)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*