Pedagang Kota Padangsidimpuan Demo DPRD – Tuntut Pasar Sangkumpal Dikelola PT ATC

www.metrosiantar.com

Pedagang Kota Padangsidimpuan Demo DPRD - Tuntut Pasar Sangkumpal Dikelola PT ATC

SIDIMPUAN-METRO; Sekitar 50-an pedagang Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan (Psp), demonstrasi ke gedung DPRD Psp, Selasa (30/3), sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan para pedagang ini menuntut DPRD menyetujui pengelolaan Pasar Sangkumpal Bonang tetap dikelola oleh PT Anugerah Tetap Cemerlang (ATC).

Koordinator aksi H Zainal Rangkuti, didampingi Herizon, Buhori, Amiruddin Lubis, dan pedagang lainnya, meminta kepada anggota DPRD Psp agar tidak mempersulit proses pengalihan pengelolaan Pasar Sangkumpal Bonang yang hingga saat ini tidak selesai prosesnya. “Kami masih menginginkan pengelolaan Pasar Sangkumpal Bonang tetap dipegang oleh PT ATC daripada dikelola oleh Pemko Psp melalui Disperindagkop,” teriak demonstran.

Usai berorasi sekitar 30 menit di halaman kantor DPRD Psp, akhirnya 10 orang perwakilan pedagang diterima oleh pimpinan DPRD Psp untuk berdialog di ruang sidang paripurna. Dan para pedagang diterima oleh Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi, Ketua Komisi I, Khoiruddin Rambe, Ketua Komisi II, Azhari Harahap, Ketua BK, Marataman Siregar, dan anggota Indar Sakti Tanjung serta Anggara Muda.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi, berpesan kepada seluruh pedagang agar tidak mau ditunggangi oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan kelompok masing-masing.

Aswar Syamsi memaparkan, pada awalnya permintaan pengelolaan Pasar Sangkumpal Bonang itu berasal dari Pemko Psp dengan harapan target PAD bisa lebih baik daripada dikelola pihak ketiga. Bahkan sudah berungkali dilakukan rapat sejak masa kontrak PT ATC habis, pada 13 Januari lalu dan sudah dua kali diberikan perpanjangan waktu atau sekitar 45 hari kepada Pemko Psp untuk secepatnya mengambil alih Pasar Sangkumpal Bonang. Namun, hingga saat ini tidak diketahui bagaimana dan sudah siapa yang mengelolanya.

Baca Juga :  Masyarakat keluhkan pipa tambang emas Batang Toru

“Dalam salah satu pasal perjanjian antara Pemko Psp dengan PT ATC itu, ada disebutkan sampai semua kios laku terjual baru pengelolaan diambil alih. Saat ini, baru 756 kios laku, masih ada 273 kios lagi yang belum dihuni. Jadi sampai kapan? Saya melihat keinginan Pemko Psp untuk mengambil alih pengelolaan pasar itu merupakan langkah yang baik. Apalagi Perda nomor 1 tahun 2010 Disperindagkop I bebankan target PAD sebesar Rp450 juta, tentunya dengan diambil alihnya pasar ini target itu bisa terwujud paling tidak pada ekspos yang lalu kepada DPRD Psp bisa dihasilkan sekitar Rp369 juta dari Pasar Sangkumpal Bonang. Dan uangnya kembali untuk pembangunan di Kota Psp dan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, seharusnya kita apresiasi bersama,” bebernya.

Ketua Komisi I, Khoiruddin Rambe, juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, posisi DPRD Psp dalam hal ini adalah netral. Namun, tidak dipungkirinya jika keinginan Pemko Psp untuk mengambil alih pengelolaan pasar tersebut baik. Sebab, selain dapat menambah PAD juga untuk pengelolaan aset daerah.

Ketua Komisi II, Azhari Harahap, menambahkan, pengambilalihan pengelolaan pasar tersebut harus melalui persetujuan DPRD Psp. Ia sebagai salah satu inisiator dari 9 anggota DPRD Psp mendesak agar dibentuk pansus mengenai Pasar Sangkumpal Bonang.

Ketua BK, Marataman Siregar, menyebutkan, untuk kepentingan pedagang dan masyarakat Kota Psp, khususnya DPRD Psp siap untuk membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dan pedagang.

Usai mendengar keterangan dari para wakil rakyat ini para pedagang meminta kepada DPRD Psp untuk secepatnya memperjelas siapa sebenarnya pengelola pasar tersebut baik itu Pemko Psp maupun ATC.

“Kami menginginkan keamanan dan juga kenyamanan dalam berusaha. Maka tidak peduli apakah ATC atau Pemko Psp yang jadi pengelolanya yang penting kami nyaman dan aman berusaha,” ujar pedagang sebelum berlalu dari gedung dewan.

Baca Juga :  PLN Cab. Padangsidimpuan; Pemasangan Instalasi Listrik Baru - Waspadai Calo!

Para wakil rakyat ini menjanjikan akan secepatnya menyelesaikan persoalan mengenai pengambilalihan Pasar Sangkumpal Bonang secepatnya.

Mengenai desakan pembentukan pansus, Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi kepada METRO, usai dialog dengan pedagang menuturkan, Rabu (31/3) akan diadakan rapat untuk membahas hal tersebut. Jika nanti 9 anggota DPRD Psp mendesak pembentukan pansus masih kurang puas akan pemaparan dari Ketua Komisi I maka pintu untuk membentuk pansus terbuka lebar. Bahkan, tidak perlu dengan voting namun akan secara langsung dibentuk. “Kalau mereka tidak juga puas, ya berarti pansus memang harus dibentuk,” sebutnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*