Pedagang Pasar Tumpah Pindah Lokasi

Pasar Tumpah Pedagang kali lima (PKL) pasar tumpah dan pedagang musiman tidak lagi diperbolehkan berjualan di ruas badan Jalan Thamrin. Mereka kini berjualan di trotoar dan depan ruko di jalan tersebut, Jumat (26/6). (medanbisnis/ikhwan nasution)

P Sidimpuan. Setiap Ramadhan tiba, bahu dan badan jalan di sepanjang Jalan Thamrin, Patrice Lumumba, I dan II kerap dijadikan lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL), yang disebut pasar tumpah dan pedagang musiman.
Tahun ini mereka tidak lagi diperbolehkan menempati badan jalan yang selalu menjadi phenomena tida menarik dan menimbilkan kemacetan bagi kenderaan yang melintas. Pantauan MedanBisnis, Jumat (26/6), ketiga badan jalan diatas tidak lagi disesaki pedagang. Mereka berjualan di trotoar jalan dan depan ruko. Padahal baisanya, jalan tersebut macet total dan susah dilalui kendraan karena disesaki pedagang.

Beralihnya pedagang dari badan dan bahu jalan ke trotoar jalan dan ke depan ruko, tidak terlepas dari imbauan walikota serta petugas penertiban yang menjaga kondisi badan jalan tersebut. Para pedagang dengan rapi berjualan di trotoar dan depan ruko, mereka tidak lagi meluber ke badan jalan seperti yang berlangsung selama ini.

Tak hanya itu parkir kenderaan roda dua, tiga dan empat sudah mulai tertata tidak lagi semrawut. Keadaan kondusif ini memberikan kenyamanan warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lebaran.

Baca Juga :  Ilmu Pengetahuan: Lidah Api Matahari

“Rupanya bisa juga ditertibakan PKL, pasar tumpah dan pedagang musiman, saya pikir selama ini tidak bisa. Saya salut kepada pemerintah yang membuat perubahan sehingga pembeli dengan leluasi dapat berjalan kaki dari ruko ke ruoko tanpa hambatan mencari yang dibutuhkan,” tutur salah seorang warga, ibu separuh baya saat berbelanja di Jalan Thamrin.

Tertibnya pedagang di tiga ruas jalan tersebut juga karena imbas direlokasinya pasar Ramadhan ke Alaman Bolak dari Mongonsidi, sehingga tidak ada lagi alsan bagi pedagang bukaan untuk berjualan di badan jalan.

Sementara itu pemerhati masyarakat Kota P Sidimpuan, A Simamora mengatakan, ketegasan pemerintahlah yang dapat membuat masyarakat tertib. “Jangan ada pengecualian, harus tegas itu kuncinya,” kata Simamora.


IKHWAN NASUTION – MEDANBISNIS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*