Peduli Kampung Halaman, Nelly br Sitorus Putri Batak Eropa Kembangkan Tanaman Pangan di Tapanuli

Rela Bolak-balik London -Tapanuli demi  Penghijauan
Ingot huta (ingat kampung halaman), inilah motto hidup dari seorang putri Batak, Nelly br Sitorus yang kini tinggal di London, Inggris dan telah menikah dengan pria Inggris, DR Nick Anndon.

Bagaimana Nelly mengingat kampung halamannya dan apa yang ia perbuat ke tanah leluhurnya?
Horden Silalahi-Taput

Ibu satu anak ini rela hampir setiap 6 bulan sekali pulang ke Tapanuli untuk menjalankan berbagai aktivitas lingkungan, kesehatan dan pertanian.

7859837fc8fdbfd461f5c2b3839b6018f6d22b7 Peduli Kampung Halaman, Nelly br Sitorus Putri Batak Eropa Kembangkan Tanaman Pangan di Tapanuli
Nelly br Sitorus dan Sofian Simanjuntak melihat buah zucchini, di SH Institute, Tarutung, Kamis (3/2).

Di bidang lingkungan, gadis lulusan London South Bank, Inggris ini kerap mengkritisi keberadaan pabrik bubur kertas PT Toba Pulp Lestari yang disebut sebagai “pemerkosa” hutan kelas kakap di Tapanuli. Di samping itu, ia juga begitu antusias terhadap aktivis atau lembaga swadaya masyarakat yang memperhatikan ekosistem Danau Toba.

Menurutnya, aktivitas PT Toba Pulp Lestari (TPL) selain merusak hutan, juga akan berdampak terhadap sisi kesehatan warga Batak. Sehingga, ia mengajak para generasi muda Batak diseluruh dunia, agar senantiasa memperhatikan keselamatan alam hutan di Tapanuli melalui gerakan penghijauan.

Semua kritik atau curahan hatinya untuk kondisi di tanah Batak itu tadi, juga ditumpahkannya di akun Facebooknya. Selasa (1/2), setelah lebih dari 4 tahun berkomunikasi melalui jaringan internet facebook dan yahoo messenger, akhirnya wartawan media ini bertemu dengan Nelly br Sitorus di Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Pertemuan itu, berlangsung di sebuah lahan percontohan pembibitan pertanian, yakni di SH Institute. Di lokasi SH Institute yang dikelola oleh seorang Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Taput, Sofian Simanjuntak itu, rupanya sudah terdapat jenis bibit tanaman khas eropa yang tumbuh subur. Bibit tanaman itu, diantaranya, brokoli ungu, basil (sejenis kemangi), pepaya California, nustvartuim, zucchini atau courjette, butternut squash dan bunga poppy.

Baca Juga :  Kejatisu Didesak Tangkap Mantan Bupati Tobasa

Bibit tanaman pangan tersebut, sengaja dikirimkan oleh Nelly br Sitorus kepada Sofian Simanjuntak setelah sebelumnya berkenalan melalui akun facebook. Oleh Sofian, yang memiliki lahan percontohan tersebut, langsung mencoba bibit yang dikirimkan Nelly.

Ternyata, semua bibit yang dikirim tumbuh dengan subur. Melihat bibit yang dikirimnya tumbuh subur, Nelly br Sitorus spontan kaget dan sangat apresiatif. “So nice n beautiful, bagak do hape tubu di ateh (ternyata bagus tumbuhnya),” ungkap Nelly br Sitorus terkagum dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Batak.

Kepada media ini, Nelly menjelaskan mamfaat tanaman pangan tersebut. Untuk brokoli ungu, paparnya, berasal dari Amerika Serikat dan memiliki multi vitamin bergizi tinggi. Untuk basil (sejenis kemangi) daunnya bias langsung dimakan mentah atau dapat dipotong-potong untuk dijadikan salad.

”Daunnya bisa dipotong-potong, digabung dengan tomat, wortel dan bahan salad lainnya. Soal gizi, zat besi cukup tinggi,” ungkap Nelly.
Sedangkan pepaya calofornia, bentuk buah dan tanamannya tak ubahnya seperti labu. Warnanya kuning dan rasanya seperti buah mangga.
”Kalau yang ini jelas memiliki vitamin C yang tinggi. Rasanya seperti mangga, aromanya juga harum,” tukasnya.

Untuk tanaman pangan jenis Nustvartium (sejenis bunga), memiliki ciri khas tersendiri. Dimana, bunga dan daunnya dapat langsung dimakan mentah-mentah. Jika anda mencobanya, tiga rasa akan terasa di lidah anda, yakni rasa manis, sepat dan pedas. “Bunga nustvartium ini, jika di eropa sering dijadikan penghias makanan salad,” tutur Nelly.

Komoditi tanaman pangan lainnya, yakni Zucchini atau Courjette (bahasa Perancis) juga sejenis labu. Buah zucchini ini lebih nikmat dimakan pada saat buahnya masih kecil dengan cara di juice.
”Kalau sudah besar kurang enak. Jadi buahnya kalau sudah besar berarti untuk dibibitkan. Enaknya di juice,” terangnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Medan Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp. 4 Miliar Oleh Seorang Wanita Asal Vietnam

Sedangkan butternut squash bentuknya juga seperti labu, dan lebih nikmat dijadikan kolak.”Itulah yang saya kirim melalui Sofian Simanjuntak. Dan mungkin akan banyak lagi yang saya kirim nanti,” imbuh Nelly.
Ditanya, apa motivasinya ke tanah leluhurnya, Nelly br Sitorus mengatakan, dirinya berharap agar para petani di Tapanuli dapat mengembangkan tanaman organik (non pestisida).

”Saya berharap pengembangan tanaman organik dapat berkembang di tanah Batak. Semua itu demi kesehatan dan kesejahteraan. Sebab, hasil tanaman organik tentu lebih mahal,” ungkapnya.
Ditegaskannya, kunci sukses bisnis pertanian adalah dengan menerapkan kerja keras dan tepat waktu sesuai perencanaan atau disebutnya melalui tiga sistim, yakni Reality (realita), Quantity (kuantitas) dan Quality (kualitas).(*) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*