Pegawai Rutan Gunung Tua Aniaya Tahanan

Puluhan warga Lingkungan III, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara mendatangi kantor cabang rumah tahanan (Carutan) Gunung Tua, Kamis (21/10). Warga bermaksud mempertanyakan dan keberatan atas perlakuan seorang pegawai Carutan berinisial PHM, yang diduga memukuli seorang tahanan, Maulub Daulay (30), warga Lingkungan III hingga babak-belur, Rabu (20/10).

Amatan METRO, Kamis (21/10) pagi sekira pukul 08.30 WIB, puluhan warga Lingkungan III bersama keluarga Maulub Daulay mendatangi Rutan Gunung Tua dengan mengendarai sepedamotor. Setibanya di Kantor Rutan Gunung Tua, Jalan Gunung Tua- Padangsidimpuan, mereka berteriak-teriak di depan pintu jaga masuk rutan. Mereka meminta agar PHM segera keluar dari dalam rutan. Ibu dan istri Maulub pun menangis, karena tak kuasa atas penganiayaan yang diterima Maulub hingga lebam-lebam di wajahnya.

Abang ipar Maulub, Sutan Ritonga, didamping anggota keluarga lainnya kepada METRO mengatakan, penganiayaan tersebut sungguh tidak dapat diterima. PHM dengan arogan dan leluasa memukuli Maulub.

“Pelipis matanya bengkak. Padahal tempat ini adalah untuk pembinaan dan bukan untuk penyiksaan. Kita meminta seluruh pihak agar mengusut tuntas tindak kekerasan ini. Ini adalah pelanggaran HAM, dan ini tidak dapat ditolerir lagi. Tidak ada dasar hukumnya untuk memukul adik saya itu,” ucapnya.

Sementara itu, Maulub Daulay mengaku dihajar PHM tanpa diketahui penyebabnya. “Saya dipukul tanpa ada sebab, dada saya dan muka saya dipukuli. Akibatnya saya susah untuk mengelurkan air besar. Sakit sekali bang,” ucapnya lirih.

Baca Juga :  Polsek Batang Angkola Tapsel Tembak Tersangka Pengedar 17 Kg Ganja

Maulub meminta pihak terkait untuk mengusut dan melakukan proses hukum terhadap pelaku pemukulan dirinya.

Sekira pukul 11.30 WIB, pihak dari Carutan Gunung Tua menemui warga dan keluarga korban. Kemudian, Maulud dibawa berobat ke Puskesmas Gunung Tua. Setelah bertemu dengan pihak Carutan dan menyampaikan keberatan mereka, puluhan warga tersebut akhirnya membubarkan diri.

Kepala Carutan (Kacarutan) Gunung Tua, Muda Husni, ketika dikonfirmasi METRO mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pegawai Carutan tersebut. “Saya baru mendapat kabar ini. Saat kejadian itu, saya sedang di Medan untuk melaksanakan tugas. Saya sangat kecolongan. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Muda, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk menindak sesuai perbuatan pegawai rutan tersebut.

“Saya masih mempelajari bagaimana peristiwa itu bisa terjadi baik dari korban maupun staf pegawai Carutan ini, agar tidak ada kesimpangsiuran permasalahan,” pungkasnya.

Smeentara itu, oknum pegawai Carutan, PHM saat hendak dikonfirmasi, tidak berhasil dimintai keterangannya. Pasalnya, sejak kejadian tersebut, PHM tidak pernah ke kantor.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Pegawai_Rutan_Aniaya_Tahanan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*