Pejabat di Padangsidimpuan Dapat Pin Anti Korupsi

Kamis, 10 Desember 2009

pin anti korupsi2 Pejabat di Padangsidimpuan Dapat Pin Anti Korupsi
PIN ANTI KORUPASI

SIDIMPUAN-METRO; Mahasiswa dari berbagai perguran tinggi di Kota Padangsidimpuan turun ke jalan menggelar aksi damai memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di bundaran air mancur Kota Padangsidimpuan dan di depan Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Kamis (9/12). Para mahasiswa tanpak membagi-bagikan brosur dan pin kepada masyarakat yang bertuliskan: Aku Jijik Lihat Koruptor.

Ketika melakukan demo di kantor Wali Kota Padangsidimpuan, mahasiswa meminta wali kota untuk menerima mereka menyematkan pin. Setelah negoisasi sebentar dengan pihak kepolisian yang mengawasi aksi demo, para mahasiswa dipersilahkan masuk ke kantor wali kota, yang diterima Asisten I Rahuddin Harahap, Asisten III Khairul Alamsyah dan Kakansatpol PP Erwin H Harahap. Mahasiswa kemudian menyematkan pin tersebut kepada para pejabat. Sementara Asisten I Rahuddin Harahap mengatakan, pemko mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Setelah dari kantor wali kota, para mahasiswa melanjutkan aksinya di DPRD Padangsidimpuan yang diterima Ketua DPRD, Aswar Syamsi dan Wakil Ketua DPRD Taty Ariyani serta sejumlah anggota Dewan seperti Indar Sakti ST. Para mahasiswa kembali juga memasangkan pin kepada ketiga wakil rakyat sebagai seruan agar DPRD juga ikut dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia juga dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Padangsidimpuan, UGN, dan UMTS, yang meminta agar menghukum para koruptor dan pelaku-pelaku praktek KKN.

Baca Juga :  Ponpes Gunung Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1438 Hijriah

Ketua Presidium Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (PP GMP) Tabagsel, Al Hasan Nasution didampingi Sekretaris M Ridwan Ketua DPD Gema Nusantara, M Syulur Nasution, Ketua PMII, Ibrahimsyah, Ketua IPNU, Hardiansyah Pakpahan mengatakan, korupsi telah menghancurkan pembangunan.

Kata mereka, korupsi bisa diminimalisir atau dihilangkan jika ada kekuatan moral, kesadaran kolektif, dan political will. Untuk itu mereka meminta para petinggi di jajaran eksekutif, yudikatif dan legislatif membuat komitmen tegas dalam pemberantasan korupsi dengan dibantu sikap masyarakat yang tidak akan mentolerir perbuatan korpusi. Para mahasiswa juga meminta aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman tidak sekedar gertak sambal saja dalam menuntaskan segala kasus korupsi.

Mahasiswa Madina Perangi Korupsi

Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Madina juga turun ke jalan di Kota Panyabungan menggelar aksi damai dan mengajak seluruh elemen masyarakat melawan tindak pidana korupsi.

Pantauan METRO, para mahasiswa turun ke Pasar Panyabungan dengan membagikan selebaran yang bertulis ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam memberantas segala tindak korupsi di Bumi Gordang Sambilan.

Ketua Umum HMI Madina, Muhammad Ali Aman Hasibuan kepada METRO mengatakan, korupsi adalah tindakan sabotase ekonomi, sosial dan budaya, dimana para koruptor bukan hanya melecehkan nilai-nilai agama, moralitas, dan kemanusiaan tetapi juga menciptakan ketimpangan ekonomi, amnesia sosial dan pembusukan kebudayaan.

Baca Juga :  Korban Pembakaran Pondok Kebun Siala Payung Madina Mohon Keadilan

Sementara, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Madina, Ahmad Rijal Lubis mengatakan korupsi adalah suatu tindak pidana yang sangat merugikan suatu bangsa. “Indonesia termasuk negara dengan tingkast korupsi tertinggi,” katanya. (phn/mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*