Pekan Depan, SK Pelepasan Areal Pertapakan Kantor Bupati Tapsel Turun

Direncanakan pekan depan SK Menteri Kehutanan (Menhut) yang memuat melepas areal pertapakan perkantoran Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) di wilayah kecamatan Sipirok segera turun. “Luasnya sekitar 270 hektar. Pekan depan Kadishut Tapsel akan berangkat ke Jakarta untuk memastikan dan menjemput SK Menhut tersebut,”

ujar Bupati kepada Analisa melalui telepon selulernya, Rabu (18/5).

Dikatakan, proses perpindahan pusat perkantoran Pemkab Tapsel itu, sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 37 dan Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Paluta dan Palas.

“Kita lanjutkan program perpindahan ibukota Tapsel yang telah disusun Pemkab sebelumnya,” terangnya.

Dijelaskan, pembangunan pusat perkantoran pemerintahan di daerah baru relatif berada sekitar di jalan besar atau jalan nasional, agar akses transportasi masyarakat lancar setiap waktunya.

Sehingga, pembebasan lahan pertapakan yang di daerah Tolang dilakukan karena Pemkab Tapsel tidak perlu mengeluarkan anggaran ganti rugi pembebasan lahan.

Meski demikian, pihaknya tetap mempertimbangkan jika ada masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya di jalan besar sekitar 70-an hektar untuk pusat perkantoran tanpa ganti rugi. “Kalau ada masyarakat yang mau menyumbangkan lahannya, itu bisa kita pertimbangkan tapi disekitar jalan besar,” sebutnya.

Sebelumnya, melalui sidang paripurna DPRD Tapsel beragendakan LKPj Bupati Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2010 diterbitkan surat rekomendasi atau Keputusan DPRD Kabupaten Tapsel Nomor : 11/KPTS/2011 tertanggal 10 Mei 2011 tentang perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Tapsel ke wilayah Sipirok.

Baca Juga :  Hutan Nabundong Masih Dirambah

Pansus atas nama dewan merekomendasikan agar Bupati Tapsel dan jajaran pemkab Tapsel dapat segera mewujudkannya dan bilamana memungkinkan dari aspek keuangan diharapkan dalam Perubahan APBD TA 2011 sudah dapat ditampung dana pembangunan tahap awal sejalan dengan program yang telah disusun termasuk menyongsong rencana pembentukan Propinsi Sumatera Tenggara sehingga P. Sidimpuan tidak menjadi lokasi 3 pusat pemerintahan.

Terpisah, Kepala Bappeda Tapsel, Saulian Sabbih mengungkapkan, jika untuk alokasi dana persiapan perpindahan pusat Pemkab Tapsel dari P. Sidimpuan ke Sipirok dalam APBD tahun 2011 sudah ada dianggarkan.

“Alokasi dana persiapan perpindahan tersebut seperti dana penyusunan DED sekitar Rp200 juta lebih, biaya pembersihan lahan dan lainnya, ” katanya. (hih)

Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Areal mana yang sebenarnya dipilih ????? yang 240 ha dari dephut atau tunggu hibah 70 ha dari masyarakat…..binguang juo ambo nih…!!!!!

  2. Pandokkon ni halak Barat, Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
    Ulang mada antong sai curiga hita tu Pamimpin ta. Tai halahi ma nadung tarpili.
    Sorahkon ma songon i tai ulang lupa di awasi anso ulang lupa halahi.
    Angkon na saling mandukung do dabo anso dapot kamajuan. Anggo hurang cepat di lala hamu pambangunan nai bantu hamu ma anso dipacepat. Na songon i do Tulang…..

  3. seminggu lagi SK diterima…… kira2 6 bulan lagi mungkin bangunan / kantor fisik baru dimulai dikerjakan, Pelaksanaan pekerjaan kantor mungkin sekitar 1 tahun baru 100 % rampung jadi…….. ibu kota sepertinya secara nyata baru pindah ke sipirok awal tahun 2013. Lamaaaaaaaaaaaa sekali….. ….2 tahun kemudian ikut pilkada lagiiiiiiiiiiiii………………………kwekkkk….kwekkkk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*