Pekan Informasi Katarak Sidimpuan

[iklan size=’kiri’]Padangsidimpuan, (Analisa). Kodam I Bukit Barisan (BB) melalui Kodim 0212/Tapanuli Selatan (TS) bersama lembaga kemanusiaan A New Vation (ANV) dan Tambang Emas Martabe menggelar Pekan Informasi Katarak di aula Daulay-Simorangkir Kodim 0212/TS, Jalan Imam Bonjol Kota P. Sidimpuan, Senin (28/4).

Kegiatan juga diisi seminar dengan nara sumber dr Deresia dari ANV dan pemeriksaan mata bagi 160 warga. Seminar yang dibuka Dandim 0212/TS, Letkol Inf. A.T. Chrishardjoko itu diikuti 130 orang yang terdiri dari Danramil, Kepala Puskesmas dan Camat se-wilayah teritorial Kodim 0212/TS.

Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe, Peter Albert mengatakan, pekan informasi katarak dilaksanakan untuk membekali pemahaman dan keterampilan pihak yang berada digarda terdepan agar secara dini mampu melakukan deteksi penyakit mata dan penanganannya, sehingga laju kebutaan dapat di cegah.

“Hingga saat ini jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai lebih dari 2 juta orang atau sekitar 1,5 persen dari jumlah penduduk. Setiap tahun terjadi penambahan 240 ribu kasus katarak baru. Jumlah ini menempatkan Indonesia pada posisi tertinggi kedua penderita katarak terbanyak di Asia Tenggara. Padahal, katarak dapat disembuhkan dengan operasi,” ujarnya.

Diungkapkannya, tambang Emas Martabe sudah tiga kali mendukung program pengembangan kapasitas peduli katarak, pemeriksaan mata dan operasi katarak.

Pertama di tahun 2011 dan 2012. Sebanyak 2.304 orang dari berbagai wilayah di Sumut telah menjalani operasi dengan tingkat kesuksesan mencapai 100 persen.

Di tahun 2011, sebanyak 1.011 orang berhasil di operasi dan ditahun berikutnya 2012, jumlah orang yang berhasil di operasi naik menjadi 1.293 orang.

Sementara pada tahun 2014, operasi katarak bagi masyarakat ditargetkan 1.500 mata yang akan dilakukan bulan Juni mendatang didua lokasi yaitu Rumah Sakit (RS) Dam I TNI-Padangsidimpuan pada tanggal 4-6 Juni 2014, dan di RS Tentara Putri Hijau pada tanggal 8-10 Juni 2014.

Baca Juga :  Program Pendidikan Tapsel Jangan Jadi Menara Gading

Dijelaskan, pihak tambang emas Martabe, berbagai persiapan sudah dilakukan sejak April 2014 lalu, yaitu dengan memfasilitasi pemeriksaan mata dan skrining katarak bagi pengungsi erupsi gunung Sinabung.

Lebih dari 30 relawan termasuk dokter mata dan perawat mahir mata dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan mata di empat pos yakni, di Masjid Agung, Zentrum Kabanjahe, Gedung Serbaguna KNPI dan Paroki Gereja Katolik Kabanjahe.

Tercatat sebanyak 3.578 pengungsi dan warga Kabupaten Karo telah mendatangani pemeriksaan mata, 179 di antaranya terdiaknosis katarak dan telah didaftarkan akan mengikuti operasi katarak di Medan bulan Juni mendatang.

Pemeriksaan mata di Kabupaten Karo menjadi langkah pertama aksi bakti sosial dari Tambang Emas Martabe untuk menjangkau masyarakat luas di berbagai wilayah kabupaten lain, membentang mulai Taput, Tapsel dan Tapteng.

Di mana, pemeriksaan mata dan skiring katarak selanjutnya akan digelar pada bulan Mei 2014 yaitu, tanggal 18 Mei di Makodim Sibolga, 19 Mei di Makodim Taturung dan 20 Mei di RS Dam I TNI P.Sidimpuan.

“Mata sehat merupakan modal utama produktivitas masyarakat. Melalui bakti sosial pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis ‘Buka Mata Lihat Indahnya Dunia’, Tambang Emas Martabe menunjukkan kepedulian dan keseriusan kami mendukung berbagai upaya konstruktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat demi terwujudnya akselerasi pembangunan Sumut yang berkelanjutan,” katanya.

Senior Komunikasi Korporat G-Resources Tambang Emas Martabe, Katarina Siburian Handono menambahkan, dukungan dana yang disalurkan Tambang Emas Martabe untuk menyelenggarakan bakti sosial ini terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga :  Pep: Susahnya Samai Madrid

Di tahun 2011, Tambang Emas Martabe memberikan dukungan dana sebesar USD 40.000, tahun berikutnya 2012 naik menjadi USD 75.000, dan di tahun 2014 ini naik lagi menjadi USD 100.000.

“Bersama dengan para mitra kerja yang peduli, kami terus berupaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk mencegah gangguan kesehatan “, terangnya.

Diharapkannya, sebanyak mungkin masyarakat Sumut tergerak untuk memperoleh pemahaman yang tepat dan kemudian menyebarkannya guna menarik lebih banyak lagi orang yang mau memanfaatkan akses pemeriksaan mata dan operasi katarak.

“Jika semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan mata maka serangan penyakit katarak akan dapat diminimalisir dinegeri ini, ” ujarnya sembari menyebut pekan informasi katarak ini juga akan digelar diKantor Camat Batang Toru, Kabupaten Tapsel dan Makodim Tarutung, Selasa (29/4). (hih)

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*