Pelayanan Kesehatan Rendah Di Madina, Bupati Baru Harus Mengatasinya

Tips+Kesehatan+Tubuh Pelayanan Kesehatan Rendah Di Madina, Bupati Baru Harus Mengatasinya Pelayanan kesehatan di Kabupaten Madina sangat rendah dan membuat masyarakat terutama warga miskin resah. Selain itu, biaya berobatpun sangat mahal. Karena kedua alasan tersebut, banyak masyarakat yang sedang sakit, lebih memilih bertahan dalam penyakit tersebut.

Untuk memperbaiki kondisi ini, masyarakat Madina berharap agar nantinya Bupati dan Wakil Bupati, Hidayat Batubara-Dahlan Nasution jika sudah dilantik, menyikapinya dan mampu meyakinkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Demikian dikatakan salah seorang warga Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu Ali Sangkot Batubara, Kamis (16/6) yang mengaku istrinya menderita penyakit tumor. Sangkot bercerita, dirinya selama ini sangat khawatir apabila berurusan dengan lembaga kesehatan, maupun rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Alasannya, untuk berobat ke lembaga kesehatan ini butuh biaya yang cukup mahal, padahal dirinya hanya bekerja sebaga tukang deres di kebun karet di desanya tentu saja tak sanggup mengeluarkan biaya perobatan lagi.
”Untuk membawa istri berobat saja saya takut karena tak ada biaya,”  sebut suami dari Asriyani (37) seorang IRT penderita yang diduga tumor di lambung yang telah memperoleh pengobatan Jaminan kesehatan daerah saat ditemui METRO di ruang zaal RSU Panyabungan.

Diceritakannya, sebelumnya dirinya tidak berani untuk mengikuti pengobatan atau operasi penyakit istrinya mengingat biaya yang tidak ada. Pasalnya, untuk makan saja susah, tetapi dia sangat bersyukur kepada kepala desa dan aparatnya yang menyarankan dia untuk membawa istri ke rumah sakit.

Baca Juga :  Kawasan Pasar Sangkumpal Bonang Semrawut

Wakil Ketua DPD KNPI Madina, Ahmad Said Pulungan mengatakan, situasi ini menurutnya sangat memprihatinkan, di mana banyak dari masyarakat Madina sulit untuk memeroleh pelayanan kesehatan yang maksimal. ”Kita memang prihatin dengan kondisi seperti ini, karena banyak warga miskin yang tak mampu berobat akhirnya tak mau berobat. Padahal, ada program Jamkesmas dari pemerintah,” kata Said.

Harapan Said yang juga mantan Ketua PC PMII Madina itu, supaya Bupati dan Wakil Bupati Madina yang akan dilantik nantinya, mempuyai komitmen dengan visi-misi dan prioritas kerjanya, yakni dengan menerapkan pelayanan kesehatan gratis dan melakukan refromasi birokrasi di pos-pos kesehatan milik pemerintah baik RSU maupun Puskesmas dan lainnya.
”Artinya Bupati dan Wakil Bupati yang baru, harus mampu mengembalikan keyakinan masyarakat bahwa pelayanan kesehatan itu berlaku bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali, apalagi yang memiliki Jamkesmas,” tambahnya. (wan/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*