Pelebaran Jalinsum di wilayah Gunung Tua – Warga Hadang Alat Berat

Eksekusi tanah pada pelebaran jalan lintas sumatera (Jalinsum) di wilayah Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta mulai dari simpang Portibi hingga Desa Sigama Siranggitgit, Kamis (22/9) diwarnai ketegangan dan nyaris ricuh. Pemilik lahan sempat melakukan perlawanan saat ekskavator (alat berat) mulai menggali lahan.

14647051dbaede18232f342dc40765af0594c899 Pelebaran Jalinsum di wilayah Gunung Tua Warga Hadang Alat Berat
JAGA KETAT-Eksekusi lahan pelebaran jalinsum mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian, mencegah tindakan pemilik lahan yang enggan memberikan lahannya karena tidak ada ganti rugi.

Pantauan METRO, kericuhan terjadi karena pemilik tanah menghadang alat berat yang mengeruk tanah warga. Akhirnya aksi saling dorong terjadi bahkan sampai baku pukul antara warga dengan petugas. Proses eksekusi tanah ini mendapat pengamanan ketat dari petugas Brimob dan Satpol.

Namun ketegangan tidak berlangsung lama karena aparat langsung dapat menenangkan pihak pemilik tanah dan para pendukungnya. Bahkan massa yang sebelumnya dalam keadaan emosi membubarkan diri dengan tertib dan pasrah tanah mereka digeruk. Akhirnya eksekusi berhasil juga dilakukan dengan pengawalan ketat dari Satpol PP dan Polisi.

Dengan suara lantang, para pemilik lahan  mengatakan, bangunan miliknya tidak masuk dalam batas eksekusi. Selain itu, dia juga meneriakkan sumpah serapah kepada Pemda Paluta. “Eksekusi ini sudah melanggar hukum. Bangunan tidak masuk dalam eksekusi. Harusnya ada keputusan di pengadilan terlebih dahulu sebelum dieksekusi. Ini sudah tindakan pidana,” ujarnya.

Sebelumnya, pelaksanaan proyek pelebaran jalinsum di wilayah Gunung Tua menuai protes. Umumnya masyarakat yang memrotes karena tidak ada ganti rugi. Namun, ada juga warga warga yang mendukung pelebaran tersebut.
Sebagai bentuk protes, ada warga yang melakukan perlawanan dengan merehab rumah tokonya yang berada di pinggir jalan menjadi permanen. Padahal dalam pelebaran jalan ini, sebagian ruko itu harus dibongkar karena terkena proyek pelebaran.

Baca Juga :  A Rizal Engahu : Polisi Digaji Untuk Memberikan Rasa Nyaman dan Aman

Salah seorang warga Desa Sigama yang enggan namanya dikorankan menyebutkan, wajar saja banyak warga menolak melepaskan tanahnya karena tidak diberikan ganti rugi. Sosialisasi pun tidak jelas dilakukan.
Menurutnya, di sepanjang jalan Lintas Gunung-Psp dari Simpang Portibi hingga Desa Sigama Siranggitgit, ada warga yang bakal kehilangan sebagian besar lahannya akibat proyek ini. “Kasihanlah dek, sebagian warga kehilangan tempat tinggal, sementara ganti rugi tidak ada sama sekali,” tambahnya.

Di tempat terpisah,  beberapa warga malah mendukung proyek pelebaran jalan ini. Mereka menyayangkan adanya warga menolak melepaskan sebagian lahannya untuk proyek ini. “Seharusnya mereka mengikhlaskan lahannya terpakai, inikan program pemerintah, dan demi kepentingan orang banyak,” tegas warga yang mengaku bermarga Harahap.

Harahap menambahkan warga yang tinggal di sepanjang jalinsum yang dilebarkan ini sebenarnya telah memetik keuntungan besar dari jalan tersebut. Pasalnya, berkat adanya jalan itu, tanahnya jadi bernilai lebih mahal. Sebelumnya Asisten I Pemkab Paluta Drs Amas Muda Hasibuan didampingi  Asisten II, Drs Rahcmat Effendi Harahap, Kepala Bapeda Syaripuddin Harahap dan Kabag Humas Pemkab Paluta H Abdul Madjid Siregar mengatakan, pelebaran jalan akan tetap dilaksanakan secara spesifik yang dilaksanakan Dinas Tarukim Sumut di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.

Amas muda mengatakan, pelebaran jalan ini akan dilakukan mulai dari Simpang Portibi, Lingkungan Satu, Kelurahan Pasar Gunung Tua, hingga Desa Sigama Siranggitgit, Kecamatan Padang Bolak. “Bagi warga yang langsung terkena imbas pelebaran jalan perlu ditekankan, tidak ada ganti rugi lahan. Namun Pemkab Paluta mempunyai kebijakan,  misalnya dalam bentuk  kompensasi bagi pagar dan bangunan yang kena dampak pelebaran. Semuanya akan dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (thg/mer)

Baca Juga :  Tapanuli Selatan Butuh Perubahan

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*