Pelepasan Lahan Hambat Pembangunan Bandara Aek Godang

PALUTA-Untuk menangani percepatan penyelesaian Bandara Aek Godang sesuai dengan usulan 5 daerah di wilayah Tabagsel, menurut Kementerian Perhubungan masih ada tiga penghambat yang sangat serius. Hal ini dikatakan Anggota DPR-RI duduk di Komisi V, Ir Ali Wongso H Sinaga, Selasa (2/8) lalu kepada wartawan usai meninjau langsung kondisi Bandara Aek Godang yang saat itu Ali Wongso Sinaga didamping Buptai Tapsel, Sayhrusl Pasaribu.

Ali Wongso Sinaga yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini menegaskan, dirinya sudah menghubungi langsung pihak Kementerian Perhubungan yang menangani bandara untuk percepatan pembangunan Bandara Aek Godang sesuai dengan usulan 5 daerah di wilayah Tabagsel. Disampaikannya, untuk memperpanjang runway (landasan pacu) Bandara Aek Godang sepanjang 450 meter, ada langkah-langkah yang harus diselesaikan yang menjadi hambatan yaitu pembebasan lahan warga, relokasi gedung sekolah dan tower telekomunikasi.

“Tiga masalah ini tentu kita minta bisa diselesaikan pemeirntah daerah. Pihak Kementerian Perhubungan yang dihubunginya langsung kalau persoalan tersebut juga meminta diselesaikan dulu persoalan di lapangan baru dilakukan langkah-langkah pembangunan nantinya,” ucap Ali Wongso. Kepala Bandara Aek Godang, Syahari menyampaikan, rencana penambahan landasan pacu bandara masih menghadapi tiga persoalan yaitu pembebasan lahan masyarakat, adanya gedung sekolah dan tower telekomunikasi.

Tiga persoalan tersebut ujarnya, harus diselesaikan jika runway bandara di perpanjang dari 1.400 meter menjadi 1.800 meter atau bertambah sepanjang 450 meter. Saat ini ucap Syahari, bandara memiliki panjang landasan pacu 1.400 meter dengan lebar 30 meter. Baru bisa didarati pesawat MA 60 berkapasitas penumpang 52 karena kondisi geografis sekitar bandara dikelilingi perbukitan.

Baca Juga :  Turki: Ayolah Rusia, Jangan Bodohi Semua Orang

Sehingga, agar bandara kedepannya agar bandara bisa didarati pesawat jenis ATR 72 berpenumpang 72 penumpang, runway bandara harus ditambah sepanjang 450 meter lagi. Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu yang ikut mendampingi anggota DPR-RI Komisi V, Ali Wongso membidangi infrastruktur, perhubungan dan lainnya menyebutkan, Bandara Aek Godang yang sebelumnya masuk wilayah Tapsel sebelum pemekaran dan saat ini sudah masuk wilayah Paluta beberapa waktu lalu sudah diajukan pembangunannya ke pemerintah pusat oleh 5 daerah di wilayah Tabagsel ditandatangani 5 KDH dan pimpinan DPRD. ‘Karena saat ini bandara ini sudah berada di wilayah Paluta, kita yakin Bupati Paluta bisa menyelesaikan tiga hambatan dalam perluasan runway bandara ini,” ujar Syahrul Pasaribu.

Aek Godang Jurusan Medan dan Padang
Penerbangan pesawat penumpang Susi Air dari Bandara Aek Godang di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dengan jurusan Medan mulai Senin hingga Minggu sebanyak 3 kali keberangkatan setiap harinya. Sementara Aek Godang menuju Padang hanya hari Selasa dan hari Minggu. Hal ini disampaikan Kepala Bandara Aek Godang, Syahari kepada wartawan, Selasa (2/8) lalu.

Dirincikan Syahari, untuk penerbangan Aek Godang menuju Medan, Senin hingga Minggu waktu keberangkatan pagi sekira pukul 07.45, lalu siang hari sekira pukul11.00 WIB dan sore hari sekira pukul 15.00 WIB setiap harinya. Sementara Aek Godang menuju Padang baik hari Selasa maupun hari Minggu sekira pukul 09.00 WIB. Ditanya berapa pesawat penumpang yang mendarat di bandara Aek Godang, disebutkannya hingga saat ini yang rutin adalah pesawat Susi Air berpenumpang 12 penumpang. Sebelumnya memang sempat dicoba pesawat Merpati berpenumpang sekitar 42 penumpang, karena ada beberapa kendala saat ini tidak ada lagi.

Baca Juga :  Turut Sukseskan Pemilu 2014 - KPU Beri Penghargaan kepada PWI Tabagsel

Soal penumpang, rata-rata sekitar 80 persen penumpang yang berangkat setiap harinya merupakan penumpang eksekutif dalam artian pejabat di daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ini. “Mayoritas masih pejabat eksekutif,” tuturnya sembari menyebutkan saat ini arus penumpang pesawat Susi Air masih normal seperti hari-hari biasa. (neo/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*