Pemasangan Pipa Limbah Tambang Martabe Terus Berlangsung – Demo Goyang Agincourt

Foto: KAWAL PEMASANGAN PIPA LIMBAH Sejumlah petugas keamanan mengawal para pekerja menyelesaikan proses pemasangan pipa limbah air sisa pemurnian dari Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (29/10). Proses pemasangan pipa yang diwarnai aksi penolakan warga sekitar tersebut diproyeksikan sudah tuntas 11 November 2012.(medanbisnis/ist)
Medan. Aksi demonstrasi sebagian masyarakat, mewarnai dimulainya proses pemasangan pipa limbah air sisa pemurnian dari Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (29/10). Begitu pun, pemasangan pipa tetap berlangsung dan diproyeksikan sudah tuntas 11 November 2012.

PT Agincourt Resources (AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe telah memutuskan menghentikan operasionalnya sejak 1 Oktober 2012 karena berpolemik dengan masyarakat terkait pembuangan limbah perusahaan itu ke Sungai Batangtoru. Bahkan AR telah merumahkan 1.200 karyawan dari total 2000 pekerjanya. Tapi perusahaan ini kembali beroperasi mulai kemarin setelah pemerintah menjamin kegiatan pemasangan pipa pembuangan limbahnya.

Pantauan MedanBisnis, pihak perusahaan yang dibantu dengan jaminan keamanan sejak Senin subuh mengoperasikan 2 unit alat berat beranjak dari PT AR memasuki lokasi penanaman pipa di pertigaan PTPN3 dengan Kampung Telo. Tapi selang satu jam, ratusan warga Kelurahan Wek IV dan Kampung Telo berbondong mendatangi lokasi penanaman untuk menolak kegiatan itu, yang kemudian sempat terjadi aksi dorong antara aparat keamanan dan massa yang menolak. Namun pihak keamanan dapat menetralisir situasi sehingga warga mundur dan bertahan di sela pohon rambung di areal perkebunan PTPN3.

Menurut warga, sungai tersebut selama ini turut mendukung aktivitas kehidupan sebagian warga Batangtoru dan sekitarnya. “Kalau sudah tercemar, mau ke mana lagi kami,” kata seorang warga. Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu, Wakil Bupati Tapsel Ir. Aldinz Rapolo Siregar, Dan Rem 023/Kawal Samudra Kol. Inf. Andika Perkasa, Dandim 0212/TS Letkol. Inf. Edi Hartono ikut memantau lokasi penanaman pipa. Bahkan wakil Bupati Tapsel Ir. Aldinz Rapolo Siregar di hadapan masyarakat berjanji akan meminum air sisa proses pengelohan bijih emas dan perak ini untuk membuktikan bahwa air sisa proses itu memang sudah steril.

Baca Juga :  Populasi Beca di Sidimpuan Mengkhawatirkan

Katarina Siburian, Communication Manager PT Agincourt Resources selaku pengelola tambang, mengakui sempat terjadi aksi tegang. Namun, suasana dapat diredakan setelah pihak kepolisian yang sejak pagi melakukan pengamanan, memediasi masyarakat dengan perusahaan. “Syukurlah sudah ada pembicaraan dengan masyarakat pendemo,” ujarnya kepada MedanBisnis.

Ia mengatakan, ada empat butir kesepakatan yang dicapai perusahaan dengan masyarakat. Pertama, perusahaan, menyanggupi permintaan masyarakat untuk bertanggung jawab bilamana nantinya air sisa yang sudah dimurnikan tersebut mencemari sungai. “Kita menjaminnya dan bertanggung jawab kok,” katanya.

Kemudian, perusahaan bersedia membangun fasilitas air bersih untuk konsumsi masyarakat sekitar. “Tahap awal diprioritaskan di area masyarakat yang memang selama ini mengalami kesulitan air bersih,” katanya.

Perusahaan juga bersedia memperluas jangkauan atau cakupan daerah program lingkungan atau corporate social responsibility (CSR), melewati batas desa lingkar tambang (melampaui ring satu). Kemudian dalam hal tenaga kerja, perusahaan akan mendahulukan rekrutmen dari kalangan masyarakat lokal.

Ia menambahkan, dengan kesepakatakn itu perusahaan berharap selama masa pemasangan pipa ini tidak ada kendala. Setelah pekerjaan pemasangan pipa dapat diselesaikan, perusahaan akan memanggil kembali 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sebelumnya sejak awal Oktober 2012.

Adapun panjang pipa yang akan ditanam adalah 3,4 km (atau 2,7 km jika ditarik lurus) ke Sungai Batangtoru. Pipa akan ditanam dengan kedalaman 1 (satu) meter, di mana jalurnya melewati perkebunan milik PTPN3 dan tanah milik beberapa warga yang sudah dibebaskan oleh perusahaan.

Komisaris PT Agincourt Resources, Arif Siregar PhD, Sabtu (27/10), mengatakan, limbah air sisa proses itu dijamin tidak berdampak pada lingkungan karena sudah berada pada Ph basic yaitu di bawah 7 atau berada pada kondisi standar.

Baca Juga :  26 Wakil Rakyat Boikot Ketua

Artinya, tambahnya, ada pengolahan limbah terlebih dahulu agar tidak mengganggu makhluk apapun. Dijelaskan, awalnya ada sianida (unsur zat kimiawi), karena diperlukan untuk pemrosesan dalam mendapatkan 1,8 gram cadangan emas dan perak di sistem (tailing storage facility – TSF).

“Nah sekadar menegaskan, ada sedikit yang tertinggal, bahwa emas dan silver tadi, selanjutnya dibawa ke PT Aneka Tambang (Antam) Persero, untuk mengetahui kadar emas maupun perak yang terkandung. Jadi tidak ada dibawa ke mana-mana sebagaimana yang diisukan banyak pihak,” tukasnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Sumut Hidayati mengatakan, amdal PT AR sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku dalam pengelolaan limbah industri. “Kalau dari amdal yang kita terima, pertambangan akan mengelola dan mengeluarkan limbah sesuai dengan baku mutu,” ujarnya. (benny pasaribu/ck03)

Medanbisnis.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. Belum jadi isue nasional kok karena rakyatnya masih teriak di kampung: “Kami masih percaya pemimpin disini utk memberi hak rakyat, jangan paksa kami”. Kini sesudah rakyat melihat pemimpin malah perintah aparat berseragam main paksa, tunggu ajalah rakyat berbondong lari kencang ke tingkat nasional. Ujungnya nanti pers nasional menggebu, pers lokal tetap aja matanya terbekap, kupingnya tersumbat, muncungnya tersumpal, jarinya terikat.

  2. anjing menggonggong kafilah berlalu….. dampak dari pemaksaaan ini akan membawa dampak dimasa yang akan datang…

    Namanya Limbah tetap limbah ya….
    kalau udah begini rakyat biasanya sering kalah…. buktinya sudah masuk isu Nasional saja sepertinya lewat-lewat saja…. berangkali masalahnya kurang kencang kali ya hehehehehee

  3. Logika awam nya saja kita pakai, untuk pembuktian kalau limbah yg buang ole PT.AR tsb tlah aman dan tidak merusak lingkungan dan manusia, ya sudah Limbah itu aja dipakai perusahaan tsb MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) untuk karyawan nya yg kata nya lebih dari 2000 orang, merupakan pembuktian yg paling mudah dan efesien dan saya yakin semua pihak dapat menyetujui pembuktian ini. Ok. Bos.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*