Pembajak Mobil Tangki Marak di Belawan

MEDAN – Puluhan sopir tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) tujuan Belawan mengaku resah karena maraknya pembajakan di wilayah tersebut. Pasalnya, pelaku tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan jika para sopir menolak menurunkan sebagian muatan CPO yang mereka bawa, ke lokasi penampungan ilegal.

Sejumlah sopir yang ditanya mengatakan, aksi pembajakan mobil tangki pengangkut CPO semakin mengganas. Anehnya, hingga kini polisi belum mampu menangkap para pelaku pembajakan tersebut. Hal sama juga dirasakan sopir truk lainnya.

Seperti terjadi di jalan Tol Belmera simpang Kawasan Industri Medan (KIM) 2 Mabar, Kamis (12/5) dinihari pukul 00.30 wib. Enam orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata api membajak truk tangki pengangkut CPO BK 9115 BE. Korban Ropature Situmorang (35), warga Lingkungan IX Gg. Mandiri, Simpang Dobi, Titi Papan, mengalami kerugian 31 ton CPO seharga Rp310 juta, uang tunai Rp1,9 juta dan surat berharga lainnya.

Korban mengatakan, mobil tangki miliknya berangkat dari Sosa dengan tujuan Belawan. Saat melintas di tempat kejadian, mobil jenis Avanza (nomor polisi tidak diketahui) datang dari arah belakang menghentikan laju truk tangki tersebut. Sejumlah pelaku yang mengaku dari PT Tangki Mas memerintahkan korban memperlihatkan dokumen CPO yang dibawanya. Setelah itu, korban disuruh menjumpai seseorang yang disebut “bos” di dalam mobil Avanza. Tanpa menaruh curiga, korban menyerahkan fotokopi dokumen yang diminta pelaku.

Baca Juga :  20 Daerah di Sumut Endemis Malaria

Begitu mendekati mobil, korban ditodong senjata api dan dipaksa masuk ke mobil. Kemudian, tangan korban diikat dan mulutnya ditutup lakban. Korban sempat dibawa keliling-keliling dan diturunkan di kawasan Amplas sekira pukul 05:00. Selanjutnya korban mengadu ke Polisi Jalan Raya (PJR) tol Amplas dan diarahkan membuat laporan ke Polsekta  Medan Labuhan.

Peristiwa sama juga terjadi, Senin (23/5) dinihari. Namun truk tangki berisi CPO itu berhasil lolos ketika hendak dihentikan para pembajak. Saat dihubungi wartawan, Selasa (24/5), sopir yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, jika CPO yang dibawanya itu dibajak, maka pemilik truk akan dirugikan karena harus mengganti CPO yang dirampok tersebut. “Itulah yang terjadi ketika pembajak menggasak CPO beberapa waktu lalu, sehingga pemilik truk terpaksa mengganti uang ratusan juta rupiah,” kata dia.

Sejumlah OTK juga pernah membajak truk pengangkut beras asal Aceh milik PT BES. “Kami menjadi was-was berusaha disini dan berharap polisi tidak tutup mata, karena di daerah ini banyak lokasi atau gudang  penampung CPO ilegal,” kata para sopir.

Informasi menyebutkan, pembajakan mobil tangki CPO dan truk yang terjadi di kawasan Mabar dilakukan kawanan penjahat secara terorganisir. Bos penadah CPO ilegal itu disebut-sebut berinisial Al dan dibeking oknum aparat.

Kabid Humas Poldasu AKBP Heru Prakoso dihubungi terpisah terkait pembajakan itu, mengatakan siang ini, enam tersangka pelaku perampokan truk tangki CPO belum tertangkap. “Sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” kata dia.

Baca Juga :  Oegroseno: Rahudman dan Susno Tidak Sama

Menurut Heru, pihaknya telah memerintahkan satuan wilayah melaksanakan patroli di jam-jam rawan. Bukan hanya pengamanan truk pembawa CPO, tetapi juga pengamanan pada tindak kejahatan lainnya. Heru juga mempersilahkan perusahaan untuk mengajukan permohonan pengamanan kepada polisi. “Kalau memang diperlukan, anggota kita bisa mengawal truk tersebut,” katanya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*