Pembakaran Hutan Marak di Paluta

GUNUNGTUA – Kebakaran menghanguskan puluhan hektare hutan dan lahan di Desa Pamuntaran, Kec. Padang Bolak Julu dan Desa Aek Horosan, Kec. Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara, Minggu (3/7). Api cepat membesar karena angin bertiup kencang. Dalam sekejap pohon kayu berharga di hutan ini ludes. Kebakaran diduga dilakukan para perambah hutan.

Bukan hanya hutan, lahan kebun warga di dua sisi jalan lintas Sumatra ikut terbakar hingga menimbulkan asap tebal. Kurangnya Polisi Khusus Kehutanan membuat para perambah hutan sulit ditangkap. Selain licin, mereka selalu berpindah pindah tempat.

Dari data dan hasil pantauan Dinas Kehutanan Kab. Padanglawas Utara, lokasi hutan yang terbakar diperkirakan berkisar sembilan titik api di Padanglawas Utara.

Kepala Dinas Kehutanan Kab. Padanglawas Utara, Mara Toyib Harahap, mengimbau kepada warga agar jangan melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan. Karena akan sangat berbahaya.

Selain itu, Toyib menambahkan, terkait kabut asap. Adalah merupakan pembakaran hutan di beberapa titik di Paluta.

Dari hasil pantaun, setiap hari warga terus membakar hutan untuk membuka lahan perkebunan karet dan sawit. Titik-titik kemunculan asap tebal hingga menyelimuti sebagian wilayah sekitar terlihat begitu banyak dan terus membesar.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Paluta, Gusman Efendi Siregar saat dimintai keterangannya terkait maraknya pembakaran hutan dibeberapa titik di wilayah Padanglawas Utara mengatakan,  akibat kebakaran hutan ini, kabut tebal terlihat menyelimuti langit Padanglawas Utara, namun belum sampai mengganggu jarak pandang atau penglihatan manusia normal.

Baca Juga :  Kronologi Penangkapan Bupati Madina Sumatera Utara

“Kita harap, pihak terkait bisa segera mengantisipasi sebelum kebakaran hutan ini semakin meluas dan meresahkan masyarakat sekitar,” ujar Gusman.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*