Pembakaran Warung di Kapuran 2 Tersangka Ditetapkan

Polres Tapanuli Selatan menetapkan dua tersangka kasus pembakaran warung yang diduga remang-remang di Kapuran, Desa Pal IX, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, 27 bangunan musnah, dengan rincian 26 warung dan satu rumah warga. “Kita sudah menetapkan dua tersangka. Namun, kedua tersangka itu saat ini belum bisa ditahan karena sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH melalui Wakapolres Kompol Zainuddin P didampingi Kabag Ops Kompol J Siregar, Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar dan perwira lainnya dalam sebuah pertemuan dengan 20 puluhan massa di aula Polres Tapsel, Kamis (24/2).

Massa tersebut berasal dari Yayasan Kompak, Yayasan Burangir, Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit), dan dua korban pembakaran yakni Julinar boru Simanjuntak dan Fikri Hasibuan. Mereka ingin mempertanyakan tindak lanjut dari aksi pembakaran tersebut. Sebelumnya massa yang berjumlah 20 orang ini berunjuk rasa damai di depan Mapolres Tapsel di Jalan SM Raja, Padangsidimpuan (Psp). Mereka kemudian langsung diterima Polres untuk berdialog.

Direktur Program Yayasan Kompak, Timbul Simanungkalit dalam pertemuan itu mempertanyakan komitmen Polres Tapsel dalam penanganan tindak pidana pembakaran di Kapuran, dan sudah sejauh mana prosesnya. Kemudian Timbul juga mempertanyakan siapa saja yang sudah dijadikan tersangka oleh Polres.

Sebab, menurut Timbul, semua warga negara Indonesia mempunya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan hukum, dan segala jenis tindakan pidana harus diproses serta didudukkan sesuai aturan hukum. Pertanyaan yang sama juga disampaikan koordinator Kopi Pahit, Hendrawan Hasibuan dan koordinator Aliansi Rakyat Menggugat Amir Hamzah. Hendrawan ingin menanyakan sudah sejauh mana proses dan tindak lanjut yang dilakukan Polres terhadap kasus pembakaran di Kapuran.

Baca Juga :  Jalan Macet Di Perempatan Silandit

Sementara perwakilan warga yang menjadi korban Julinar boru Simanjuntak dan Fikri Hasibuan meminta keadilan hukum atas pembakaran tersebut. Menjawab pertanyaan itu, Wakapolres Tapsel Kompol Zainuddin P menegaskan, segala bentuk tindak pidana harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kemudian untuk kasus ini, kata Zainuddin, sejak kejadian beberapa waktu lalu sudah 22 orang dimintai keterangannya sebagai saksi. Kemudian berdasarkan keterangan para saksi,  dua orang sudah dijadikan tersangka. Namun, keduanya masih belum ditahan karena melarikan diri dan saat ini lari sudah masuk DPO Polres Tapsel. Ditegaskan Zainuddin, Polres Tapsel serius dalam menangani kasus pembakaran warung tersebut. Namun, dirinya meminta warga agar bersabar dan memberikan waktu kepada Polres untuk menyelesaikan kasus tersebut, mengingat pelaku pembakaran jumlahnya cukup banyak. Sehingga, perlu proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit serta membutuhkan kesaksian yang akurat.  Usai mendengarkan penjelasan Wakapolres Zainuddin, massa membubarkan diri dan akan terus memantau perkembangan dari proses yang dilakukan Polres Tapsel.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres AKP AR Siregar didampingi Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar ketika dimintai identitas dua tersangka yang sudah ditetapkan Polres, enggan membeberkannya “Nanti dulu, kita tidak bisa menyebutkan nama dan warga mana. Jika kita beritahukan, nanti tambah tidak tahu kita di mana keberadaannya. Kerja kita tambah repot. Sementara kita perlu serius dalam menangani masalah ini,” ucap keduanya.

Baca Juga :  Anggota KPU Ir Edi Potan Siregar ; Pilkada Tapsel 2010, Harus di Jadikan sebagai Proses Pendidikan Politik Masyarakat

Sementara itu Direktur Program Yayasan Kompak, Timbul Simanungkalit kepada METRO, Kamis (24/2) memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kinerja Polres Tapsel. Namun menurutnya, karena pelaku pembakaran tersebut cukup banyak, seharusnya sudah banyak juga pelaku yang ditangka polisi. Timbul yakin dengan kemampuan yang dimiliki Polres Tapsel. Sehingga nantinya bukan hanya dua tersangka DPO saja akan ditahan, namun pelaku lainnya juga bisa ditangkap. “Tapi jika tidak ada perkembangan yang signifikan kami lihat dari penanganan kasus ini, maka kami akan mengadukan persoalan ini langsung ke Poldasu, agar penangannya lebih intensif lagi,” tegasnya. (phn/dans) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*