Pembalakan Hutan Secara Liar di Ampolu Muara Batangtoru Tapsel Masih Berlangsung

Pembalakan hutan di kawasan Ampolu Kecamatan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut masih terus berlangsung mengakibatkan kerusakan hutan tanpa terkendali di daerah itu. Aksi pecurian kayu hutan tersebut kelihatannya sangat terorganisir, menggunakan mesin gergaji chinsaw untuk mengolah kayu log menjadi bahan jadi dan siap angkut.

Wartawan yang turun ke lokasi itu, Kamis (5/8) memergoki sekelompok orang sedang mengolah kayu bulat menjadikan balok sabun, kusen dan panel. Kayu balok yang mereka tumbang umumnya jenis kayu kapur, damar laut dan meranti keras. Bahkan mereka mendirikan tenda darurat tempat beristirahat dan menginap.

Salah seorang pekerja yang tidak mau menyebut jati dirinya dipergoki di lokasi itu mengaku bahwa mereka kerja upahan dari seorang toke di kawasan itu. “Saya kurang tau soal izin kayu ini, kami cuma kerja upahan,” ujarnya yang kemudian pergi ke arah hutan. Beberapa menit kemudian suara chinsaw pun agak reda.

Aksi pembalakan kayu tanpa izin tersebut sudah berlangsung sejak lama dan kelihatannya masih berjalan mulus tanpa tindakan aparat terkait maupun penegak hukum. Soalnya, hampir di sepanjang jalan kawasan hutan tersebut ada tumpukan kayu olahan siap angkut. Jika ditotal, jumlah kayu olahan siap angkut tersebut diperkirakan mencapai 50-an kubik setiap hari.

Informasi dihimpun SIB, bahwa kayu olahan tersebut diangkut lewat jalan perkebunan PT MIR ke Rawa Genjer tembus ke Sibabangun, Tapanuli Tengah. Jalur tersebut menurut mereka tetap aman sehingga mereka tidak kesulitan mengangkut kayu seberapa banyak pun jumlahnya.

Baca Juga :  6 Anggota DPRD Kab Tapsel Dianiaya, Terungkap Dalam Paripurna

Kadis Kehutanan Tapsel Syahgiman yang coba dikonfirmasi melelaui telefon selularnya tidak mengangkat telefonnya. Sementara pihak Polres Tapsel melalui Kasat Reskrim AKP Waiman dikonfirmasih melalui telefopn selularnya mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar informasi pembalakan kayu di kawasan hutan Ampolu tersebut. “Kita belum ada dengar soal pembalakan tersebut dan sampai saat ini belum ada laporan atau pengaduan soal pembalakan liar itu,” ujarnya.

Sumber: http://hariansib.com/?p=134702

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Di Desa Lembah Lubuk Raya Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapsel.kejadiannya Mirip seperti ini,tapi belum ada tanggapan dari pemerintah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*