Pembangunan Gedung SMA Plus Madina Terkesan Mubazir

Panyabungan, (www.analisadaily.com)

Pembangunan gedung SMA Plus Madina yang terletak di Kompklek STAI Madina terkesan mubazir dan tanpa perencanaan. Akibatnya anggaran yang besar dari uang rakyat menjadi siasia akibat ambisi yang berlebihan dari para pemimpin di Madina.

Hal itu dikatakan anggota Komisi E DPRDSU Muslim Simbolon SAg saat melakukan peninjauan ke SMA Plus Madina, Jumat (19/3).

Muslim heran ketika melihat secara langsung pembangunan SMA Plus yang terletak di komplek STAIM Madina, sebab keadaan bangunan yang terlihat tidak terawat dan terbengkalai pembangunannya.

“Pembangunan SMA Plus Madina terkesan dipaksakan oleh Pemkab Madina, pihak Dinas Pendidikan Madina tidak memiliki perencanaan padahal anggaran dalam pembangunan SMA Plus Madina cukup tinggi,” Kata Muslim Simbolon.

Ditegaskannya, semua persoalan merupakan akibat ambisiusnya pemimpin daerah setempat sehingga terbengkalai dan tidak bisa termanfaatkan dengan baik. Ia tidak merasa yakin SMA Plus Madina bisa dipindahkan sesuai dengan target dari Dinas Pendidikan Madina pada ajaran baru nanti.

“Kita tidak yakin bisa dipindahkan dari Kotanopan ke gedung yang baru yang ada di komplek STAIM ini sebab kenyataan yang ada di lapangan masih ada gedung yang terbengkalai serta lokasi saat ini sudah seperti hutan,” tegas Muslim.

Diharapkannya, pembangunan SMA PLus Madina agar secepatnya diselesaikan oleh pihak Pemkab Madina sehingga tidak terkesan di mata masyarakat bahwa pembangunan yang dilaksanakan dengan asal jadi saja. “Pemkab harus segera menyelasaikannya karena pembangunan gedung SMA Plus merupakan uang rakyat, dan kami Komisi E DPRDSU sangat konsen memperjuangkan pendidikan terutama di daerah-daerah seperti Kabupaten Madina,” ungkap Muslim.

Baca Juga :  Platini: Messi Bagaikan Berlian

Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi gedung SMA Plus Madina, Komisi E DPRD Sumut terlebih dahulu melakukan rapat dengan beberapa instansi yang ada di lingkungan Pemkab Madina di aula kompleks perkantoran Bupati Madina.

Dalam rapat tersebut Komisi E mendapat penjelasan tentang perkembangan dan kendala bidang kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. (sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 13 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*