Pembangunan Jalan Alternatif Aek Latong Dilanjutkan

6878909d73d93bcb40029e2141cf82d02370f0b Pembangunan Jalan Alternatif Aek Latong Dilanjutkan
Proses pembangunan jalur alternatif Aek Latong yang sempat di komplain pemilik lahan yang kena pembangunan jalan tersebut.

Pembukaan jalan alternatif Aek Latong di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel tetap dilanjutkan, setelah diberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat melalui musyawarah dan mufakat yang digelar di Balai Desa Pasar Sipirok, Kamis (4/11).

Selain pemilik lahan Manurang Hutasuhut, Aladdin Ritonga, Bincar Lumbantobing, Darmin Ritonga, pertemuan itu dihadiri dari Dinas PU Kabupaten Tapsel, Pelaksana Camat Sipirok, Drs Anwar Ependi beserta Kapolsek, AKP Heru S, Danramil Sipirok, Kapten F Batubara dan Kacabjari Sipirok, Ali Akbar Dasopang SH dan pihak pemborong (pelaksana), konsultan, dan Dinas Bina Marga PU Sumut.

Pelaksana Camat Sipirok, Drs Anwar Ependi pada acara itu mengatakan, pihaknya yang berperan menjembatani pertemuan tersebut guna mencarikan solusi yang tepat, khususnya pemahaman dan pengertian terhadap cara kerja dilapangan untuk membuka jalan tersebut. “Sebelum musyawarah ini, antara pemilik tanah komplain atas perubahan lebar pembukaan jalur alternatif Aek Latong Tapsel,” katanya.

Menurutnya, komplain ini terjadi karena tidak sesuai dengan hasil sosialisasi yang diselenggarakan tahun 2009 lalu.

Namun, kata Anwar, setelah diberikan penjelasan dari pihak Bina Marga PU Sumut, dari konsultan dan dari pelaksana akhirnya masyarakat mengerti dan memahami bahkan menerima. “Kini sudah aman, dan dari hasil pertemuan tadi masyarakat hanya ingin mengetahuinya secara transparan saja,” ujarnya.

Menurutnya, meski kesepakatan telah dipenuhi, masyarakat mengharapkan pihak kontraktor dan pemerintah agar tanah yang tersisa berbentuk segitiga dengan model gundukan agar diratakan saja, karena menganggu proses pembangunan.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Kejatisu Usut Kasus-kasus Korupsi

“Soal kekhawairan sawah milik masyarakat tertibun tanah, bisa dicari solusinya,”ucap Camat. Pantauan METRO dari hasil pertemuan tersebut, sejak awal pertemuan masyarakat dengan pemerintah dan muspika terlihat aman dan terkendali.

Sumber: www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Masyarakat pengguna jalan sangat berterimakasih terhadap pemilik lahan ini dan hendaknya Pemerintah menghargai lahan yang diberikan oleh masyarakat setempat. Banyak masyarakat mengharapkan jalan alternatif/pengganti aek latong ini segera selesai dan dibangun dengan mempertimbangkan aspek2 struktur Tanah, Penggunaan Jalan dimasa yang akan datang serta lingkungan sekitarnya. Mudah-mudahan Jalan ini bisa secepatnya selesai dengan Standar Mutu Jalan yang baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*