Pembangunan Jalan Desa Aek Nangali dengan Aek Nabara Kec. Batang Natal – Madina, Kecewakan Masyarakat

Proyek pembangunan jalan antara Aek Nangali dengan Aek Nabara di Kecamatan Batang Natal sepanjang 11 km yang amburadul dan mengecewakan masyarakat.

MADINA – Proyek pembangunan jalan penghubung antara Desa Aek Nangali dengan Aek Nabara di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Madina, mengecewakan masyarakat. Pembangunan jalan sepanjang sebelas kilometer itu amburadul dan dinilai sebagai proyek siluman sebab tidak ada papan informasi tentang pengerjaan jalan.

Demikian disebutkan Abdul Hadi Hasibuan dari LSM Penjara kepada Metro Tabagsel, Minggu (30/11). Menurut Hadi, pihaknya telah melakukan investigasi ke beberapa proyek pekerjaan pembangunan jalan, hasilnya banyak proyek yang diduga bermasalah dan tidak sesuai bestek.

Salah satunya pekerjaan pengerasan dan lapen jalan di Aek Nangali-Aek Nabar sepanjang 11 km.

“Menurut kami ini proyek siluman dan sangat mengecewakan masyarakat,ý tidak ada plang informasi di sekitar pekerjaan, ini akibat tidak adanya pengawasan dari dinas terkait.

Jika begini pekerjaan di lapangan, bisa dipastikan program pembangunan tidak bermanfaat bagi masyarakat dan hanya merugikan anggaran dan keuangan negara,” ujar Hadi Hasibuan.

Di lokasi pekerjaan, sejumlah warga juga sering menanyakan seputar pekerjaan jalan itu, disebabkan pekerjaan yang amburadul dan tidak bermanfaat bagi mereka, padahal pembangunan jalan di daerah itu sangat dibutuhkan masyarakat setempat guna menunjang perekonomian rakyat.

“Kami memang sangat membutuhkan pembangunan jalan ini, tapi jika kondisi pekerjaannya seperti ini, sama saja tidak bisa dimanfaatkan, “ ujar salah satu warga bermarga Lubis.

Baca Juga :  Arsenal Amuk Chelsea 3-1

Di tempat terpisah, H Burhanuddin Siregar SE, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara dari PKS yang sedang mengadakan reses ke Pantai Barat tepatnya di Desa Tarlola, Kecamatan Batang Natal mengatakan, telah banyak menerima aspirasi dari masyarakat Pantai Barat Madina mengenai kualitas pekerjaan jalan yang diduga bermasalah.

“Banyak warga yang mengeluh mengenai pekerjaan pembangunan yang tidak bisa dimanfaatkan akibat pekerjaannya tidak sesuai, ini menjadi masukan sama saya untuk dibawa ke provinsi karena pekerjaannya ini dari anggaran provinsi. Namun jika menemukan pekerjaan seperti itu, laporkan saja ke lembaga penegak hukum supaya diproses,” tegas Burhanuddin. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*