Pembangunan Pasar Sipirok Telan Rp 6M

Pembangunan pasar tradisional Sipirok, di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menelan biaya sekitar Rp6.395.000.000. Dan pembangunan tersebut sudah berlangsung sejak 3 minggu terakhir.

Pantauan METRO Rabu (13/10), para pekerja sudah memasuki tahap pengerjaan galian dan pengecoran tempat kaki gajah serta pemasangan pondasi bangunan.

Sesuai yang tercantum di plank proyek, pembangunan pasar tersebut dikerjakan oleh PT Dalihan Natolu Group dan berbiaya Rp6.395.000.000, bersumber dana dari Hibah 2010 Dana Penguatan Desentralisasi Fiscal (DPDF) Percepatan Pembangunan Daerah (PPD), dengan tujuan meningkatkan volume perdagangan. Selanjutnya, ditargetkan pembangunan pasar tersebut selesai Desember mendatang.

Kepala Tukang pelaksanaan pembangunan pasar tersebut, Darlim Siregar (50), kepada METRO mengatakan, tahapan pembangunan sudah berlangsung sekitar 3 minggu.

“Saat ini baru dalam pekerjaan galian tanah dan pembuatan pondasi bangunan dan sudah berlangsung 3 minggu terakhir,” sebutnya, Rabu (13/10).

Mewakili masyarakat, aktivis LSM LIRa Kecamatan Sipirok, Lauddin Siregar SH dan aktivis LSM Lepanri NGO, Drs Baginda Muda Siregar, berharap agar proses pembangunan pasar yang masih dalam tahap dasar berupa pemasangan pondasi dikerjakan dengan sebaik-baiknya agar mendatangkan manfaat yang baik bagi seluruh masyarakat di masa mendatang.

“Ini kan masih dalam tahap pembuatan pondasi, kita ketahui pondasi merupakan dasar segala sesuatunya, kalau pondasinya kokoh bangunannya tentu akan lebih tahan lama. Kita berharap terutama pada dinas terkait dan pelaksana pekerjaan agar bekerja lebih serius dan mengutamakan mutu, dalam tahap pembuatan pondasi ini dan tahap pembangunan lainnya agar dilakukan dengan baik dan benar, sehingga hasilnya juga baik dan tahan dalam jangka waktu yang lama,” sebut keduanya.

Baca Juga :  PWI Tabagsel Santuni Anak Yatim

Mereka juga berharap, momen pembangunan pasar tersebut menjadi dasar kebangkitan Kota Sipirok menjadi pusat perdagangan di Tapsel. “Kiranya dengan dibangunnya pasar ini dapat menjadikan Kota Sipirok sebagai pusat perdagangan dan ibukota Tapsel sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 37 dan 38 tahun 2007 sebagi ibukota Tapsel,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan pasar tradisional Sipirok di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menelan biaya sebesar Rp6,5 miliar. Untuk tahun ini, Pemkab Tapsel bakal mengalokasikan dana sesuai jumlah tersebut untuk pembangunan pasar tradisional Sipirok atau pasar bawah.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Tapsel, kepada 45 masyarakat pedagang Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, beberapa bulan lalu.

Kepala Dinas (Kadis) Perindagkop Tapsel, Junaim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, H Ramlan Saleh Hutasuhut SH, kepada METRO mengatakan, untuk TA 2010 ini Kabupaten Tapsel akan membangunan 8 pasar tradisional. Salah satunya dan yang paling besar dana pembangunan adalah Pasar Bawah Sipirok.

“Untuk tahun 2010 Kabupaten Tapsel akan membangunan 8 pasar tadisional. Namun, alokasi dana yang paling besar adalah Pasar Bawah Sipirok dengan dana Rp6,5 miliar,” katanya.

Disampaikannya, tahapan pelaksanaan pembangunan akan berlangsung Juni hingga Desember 2010 mendatang. Dan pasar tersebut akan disertai dengan fasilitas umum, seperti kamar mandi, musallah dan kantor kepala pasar.

Baca Juga :  Jalan Menuju Aek Milas Butuh Pengaspalan

“Kita sedang melaksanakan sosialisasi terhadap warga pedagang di Pasar Sipirok, agar pelaksanaan pembangunan yang direncanakan berlangsung mulai Juni hingga Desember mendatang bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dalam hal ini Pemkab Tapsel sama sekali tidak akan merugikan pedagang dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, ” terangnya.

Ditambahkannya, adapun warga pedagang pasar Sipirok yang merupakan peserta mengikuti sosialisasi merupakan pedagang Pasar Sipirok yang memiliki Surat Perjanjian Sewa Menyewa (SPSM). (ran)

Sumber : Metro Siantar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*