Pembangunan Pasar Sipirok Telan Rp6,5 M

www.metrosiantar.com

Pertigaan Pasar Sipirok, lengkap dengan bus Sibualbuali yang lagi parkir. (tatianak.wordpress.com)

SIPIROK-METRO; Pembangunan pasar tradisional Sipirok di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menelan biaya sebesar Rp6,5 miliar. Untuk tahun ini, Pemkab Tapsel bakal mengalokasikan dana sesuai jumlah tersebut untuk pembangunan pasar tradisional Sipirok atau pasar bawah.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Tapsel, kepada 45 masyarakat pedagang Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Jumat (23/4) di Balai Desa Sipirok.

Kepala Dinas (Kadis) Perindagkop Tapsel, Junaim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, H Ramlan Saleh Hutasuhut SH, kepada METRO mengatakan, untuk TA 2010 ini Kabupaten Tapsel akan membangunan 8 pasar tradisional. Salah satunya dan yang paling besar dana pembangunan adalah Pasar Bawah Sipirok.

“Untuk tahun 2010 Kabupaten Tapsel akan membangunan 8 pasar tadisional. Namun, alokasi dana yang paling besar adalah Pasar Bawah Sipirok dengan dana Rp6,5 miliar,” katanya.

Disampaikannya, tahapan pelaksanaan pembangunan akan berlangsung Juni hingga Desember 2010 mendatang. Dan pasar tersebut akan disertai dengan fasilitas umum, seperti kamar mandi, musallah dan kantor kepala pasar.

“Kita sedang melaksanakan sosialisasi terhadap warga pedagang di Pasar Sipirok, agar pelaksanaan pembangunan yang direncanakan berlangsung mulai Juni hingga Desember mendatang bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dalam hal ini Pemkab Tapsel sama sekali tidak akan merugikan pedagang dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, ” terangnya.

Baca Juga :  Jembatan Aek Botung Dibangun - Buka Keterisoliran Warga Sihulambu

Ditambahkannya, adapun warga pedagang pasar Sipirok yang merupakan peserta mengikuti sosialisasi merupakan pedagang Pasar Sipirok yang memiliki Surat Perjanjian Sewa Menyewa (SPSM). (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. ketika aku teringat akan kampung halamanku,,, aku terkapar lemas…
    Rasa rindu ini kian dalam,,, ingin rasanya aku pulang dan memperbaiki kampung halaman ku ini,,,

    kampung tempat kelahiranku tercinta ini…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*