Pembangunan TPA Baru Di Kota Padangsidimpuan, Prioritas 2012

news 1356 Pembangunan TPA Baru Di Kota Padangsidimpuan, Prioritas 2012
Illustrasi

Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kota Padangsidimpuan (Psp) diprioritaskan tahun 2012 mendatang. Alasanya, pemerintah masih  mengajukan rencana pembangunannya ke DPRD. Demikian dikatakan Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution MM kepada wartawan, Senin (7/3) disela-sela pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Psp tahun 2012 di Padangsimpuan, Senin (7/3).  “Jadi mohon bersabar,  pembangunan TPA pasti terlaksana, seiring masa operasional TPA di Batu Bola telah habis tahun 2009, lalu,” ujarnya.

Disebutkan, rencana pembangunan TPA baru itupun diusulkan melalui musrenbang tingkat provinsi maupun pusat agar dananya bisa melalui dana provinsi atau pusat. Diakui kondisi penampungan  sampah Kota Psp sebanyak 50 ton setiap hari, tentu tidak mampu menampung TPA yang dipinggir aliran sungai Batang Ayumi. Bahkan, katanya, tidak memungkinkan lagi, karena pembuangan sampah merupakan daerah aliran sungai  akan menimbulkan efek-efek sosial kepada masyarakat.

“Kepada Dinas Kebersihan supaya pembangunan TPA sebagai skala prioritas tahun 2012 mendatang. Dana pembangunan TPA diharapkan dukungan provinsi atau pusat, karena APBD tidak mungkin lagi ,” pintanya Bagaimana pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak ketiga atau swasta?  Wali kota menyambut sangat baik ide tersebut.  Tapi alangkah baiknya dibicarakan  lebih lanjut kepada  Kadis Kebersihan.

Terpenting, baginya  bagaimana caranya agar TPA Batu Bola segera direlokasi ke TPA baru dan bagaimana pula memecahkan persoalan TPA Batu Bola,  karena sampah masyarakat tertampung selama ini sudah puluhan tahun lamanya.
Kakan kapedalda, Imran Hasibuan kepada METRO, Senin (7/3) melalui telepon selulernya mengaku sedang berada di Palembang mengikuti rapat soal lingkungan hidup.

Baca Juga :  Mendagri Pertimbangkan Nonaktifkan Dulu Bupati Palas

“Saya sedang di Palembang ada rapat soal lingkungan hidup, tapi kalau soal apakah air sungai itu tercemar atau tidak, logikanya saja sudah pasti ada dugaan kita tercemar, tapi mau bagaimana lagi, itu TPA kan sudah lama jadi tidak mungkin kita robah lagi meskipun airnya kita teliti.

Ia memberikan solusi bahwa masyarakat seharus mengajukan  kepada pemerintah agar TPA Batu Bola dipindahkan, karena  kondisi penampungan sampah tersebut  tidak mengijinkan. Bakan menurut Kabid Promosi Kesehatan (Promkes), Khairul Harahap didampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Masrianti  mengaku belum ada  sungai telah tercemar dari limbah sampah tersebut. ‘Begitupun, kami akan secepatnya melakukan sosialisasi untuk Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat, misalnya mandi dan mencuci disumur saja, jangan memanfaatkan air sungai, karena tidak terjamin kebersihannya,” sebutnya.

Sementara itu pengamat Sosial, Arman Badrisyah Hasibuan kepada METRO, Senin (7/3) yang turun langsung mendampingi tim Dinkes ini meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan tes uji kualitas air sungai, apakah layak dimanfaatkan masyarakat untuk MCK atau tidak agar masyarakat tahu. Apalagi letak TPA Batu Bola berada dihulu aliran sungai Batang Ayumi, sehingga limbah cair sampah ketika musim hujan akan kembali ke pusat kota melalui aliran sungai Batang Ayumi. “Istilahnya kita buang air besar dihilir  dapat menimbulkan penyakit jadinya. Apalagi masa operasinya sudah habis tahun 2009 lalu, tentu sudah jelas TPA ini tidak layak lagi dioperasionalkan dan harus dipindahkan,” cetusnya.(phn/nik) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Cabai Merah Rp. 40 Ribu per Kg Di Sakumpal Bonang

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*