Pembebasan Sinar Kudus – TNI: Sayang Hanya 4 Perompak di Kapal Itu, Kalau Ada 35 Habis Semua

Jakarta – Dalam baku tembak dengan perompak Somalia yang menyandera MV Sinar Kudus, TNI menewaskan 4 perompak di laut internasional. TNI menahan kapal kayu yang digunakan oleh perompak.

“Kapal kayu itu kita tahan sebagai barang bukti,” ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul kepada detikcom, Senin (2/5/2011).

Iskandar menuturkan, dalam mengejar kapal yang dinaiki 4 perompak itu, TNI mengerahkan kapal cepat sea rider dan sebuah helikopter. Setelah terkejar, pasukan TNI langsung terlibat baku tembak dengan perompak Somalia.

“Sayangnya cuma 4 orang perompak di kapal itu. Kalau ada 35, pasti habis semua,” ujarnya sambil tertawa.

Pengejaran itu terjadi setelah kapal MV Sinar Kudus dilepas pasca pembayaran tebusan. Setelah memastikan semua sandera telah aman, TNI segera mengejar perompak di laut internasional.

Seperti diketahui, setelah kapal dibebaskan dari pelabuhan Somalia, para perompak tidak meninggalkan kapal sekaligus. Tetapi secara bergelombang. 4 Orang perompak yang dihabisi TNI merupakan komplotan terakhir yang meninggalkan kapal MV Kudus.

Selanjutnya TNI mengawal kapal MV Sinar Kudus hingga pelabuhan Wa Salala, Oman. Selanjutnya kapal akan melakukan pengecekan dan melanjutkan perjalanan ke Rotterdam, Belanda.

MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk dibebaskan oleh perompak pada Minggu siang. Ketika perusahaan itu menggelar jumpa pers bersama TNI para Minggu petang, baku tembak tersebut belum berlangsung. Baru pada pagi ini, TNI bicara pada pers.

Baca Juga :  Bill Gates Rela Digigiti Nyamuk di Yogyakarta

Dalam operasi di pembebasan MV Sinar Kudus, TNI mengerahkan KRI Yos Sudarso dan KRI Abdul Halim Perdanakusumah berisi 800 tentara. Sebanyak 300 di antaranya pasukan elite dari Kopassus, Marinir dan Kostrad. Mereka menyerang perompak dengan menggunakan kapal sea rider dan helikopter. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*