Pemberantasan Korupsi Harus Dimulai dari Istana

JAKARTA – Momentum peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember ini, harus dijadikan pemacu bagi pemerintah untuk konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Anggota Komisi Hukum DPR, Bambang Soesatyo mengatakan, komitmen pemerintah itu harus dibuktikan dengan membongkar dan menuntaskan kasus-kasus besar. Salah satunya kasus Bank Century.

Ia mengungkapkan, pemberantasan korupsi harus dimulai dari Istana. “Pemberantasan korupsi tidak akan berubah banyak, kalau sikap pemerintah begini-begini saha. Pemerintah inkonsisten dengan komitmennya. Begitu juga penegak hukum. Kalau serius, harus dimulai dari Istana,” kata Bambang dalam jumpa pers Fraksi Partai Golkar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

Dalam kasus Bank Century, penegak hukum dinilainya masih tebang pilih. Penuntasan kasus ini juga berimbas pada setengah hatinya penanganan kasus yang lain. “Misal, dalam kasus suap Deputi Gubernur BI. Penerima suap sudah jadi tersangka, pemberi yang punya motif, Miranda, justru belum diapa-apakan. Saya yakin ini ada kaitannya dengan Bank Century. Miranda mungkin punya kartu truf yang kalau dia jadi tersangka akan bongkar semua yang dia tahu,” papar mantan anggota Pansus Kasus Bank Century ini.

Selain kasus Bank Century dan kasus suap Dewan Gubernur BI, satu kasus lagi yang menurutnya harus dituntaskan adalah kasus penyelewengan pajak yang melibatkan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Halomoan Tambunan.(tribun-medan.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Komisi III Tak Tahu Ani Korupsi Bantuan Bank Dunia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*